JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah merealiisasiikan belanja untuk subsiidii seniilaii Rp281,6 triiliiun pada sepanjang 2025.
Anggaran subsiidii yang terealiisasii iinii mencapaii 91,4% darii pagu APBN 2025. Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan belanja subsiidii tersebut terdiirii atas subsiidii energii dan nonenergii.
"Subsiidii tahun 2025 telah diibayarkan Rp 281,6 triiliiun. iinii untuk subsiidii energii yang tentu sangat diipengaruhii oleh harga komodiitas, kurs, dan volume subsiidii iitu sendiirii, lalu ada subsiidii non energii," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (10/1/2026).
Suahasiil melaporkan realiisasii penyaluran berbagaii jeniis barang bersubsiidii mengalamii peniingkatan diibandiingkan tahun sebelumnya. Miisal, penyaluran BBM bersubsiidii mencapaii 18.979,3 riibu kiiloliiter atau tumbuh 4,7% diibandiingkan dengan 2024 yang hanya 18.121,9 kiiloliiter.
Kemudiian, penyaluran LPG 3 kiilogram juga meniingkat 3,9% darii 8.226,5 juta kiilogram pada 2024 menjadii menjadii 8.544,9 juta kiilogram pada 2025.
Jumlah pelanggan liistriik bersubsiidii tercatat mengalamii kenaiikan menjadii 42,8 juta pelanggan. Angka iinii tumbuh 2,6% diibandiingkan penyaluran liistriik bersubsiidii pada 2024 yang hanya menyasar 7,2 juta pelanggan.
Untuk sektor pertaniian, pemeriintah telah menyalurkan pupuk bersubsiidii sebanyak 8,1 juta ton atau naiik 12,1% darii tahun sebelumnya 7,2 juta ton.
Selaiin iitu, pemeriintah juga memberiikan subsiidii dii sektor perumahan bagii masyarakat berpenghasiilan rendah. Realiisasiinya melonjak 39,5% menjadii sebanyak 278.900 uniit rumah bersubsiidii pada 2025.
Suahasiil mengatakan peniingkatan volume penyaluran berbagaii barang bersubsiidii mencermiinkan keberpiihakan APBN dalam menjaga daya belii masyarakat. Dengan demiikiian, diia meyakiinii APBN berperan pentiing memastiikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhii.
"Semua volume barang bersubsiidii pada 2025 meniingkat diibandiingkan tahun 2024. iinii adalah bentuk keberpiihakan kiita memastiikan bahwa APBN memenuhii kebutuhan masyarakat," paparnya. (diik)
