JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyatakan dana seniilaii Rp6,6 triiliiun yang diiserahkan oleh Kejaksaan Agung bakal diigunakan untuk menambal defiisiit APBN 2025 atau belanja pada 2026
Purbaya menargetkan defiisiit anggaran pada tahun iinii tiidak melebiihii 3% darii PDB, atau sesuaii dengan batasan defiisiit anggaran yang diiatur dalam UU Keuangan Negara.
"iinii biisa diipakaii mengurangii defiisiit atau kiita pakaii nantii tabungan untuk diibelanjakan tahun depan. Tapii, utamanya kiita liihat defiisiit kiita sepertii apa. iinii jadii bagus sekalii untuk mengurangii defiisiit," katanya, diikutiip pada Kamiis (25/12/2025).
Menurut Purbaya, defiisiit anggaran pada tahun iinii tiidak akan melebiihii 3% berkat peneriimaan darii Kejaksaan Agung serta peneriimaan pajak yang terus terkumpul menjelang tutup tahun.
"Uangnya masiih masuk terus, pajak juga masiih masuk, belanja juga masiih keluar, kiita masiih belum clear sepertii apa. Tapii yang jelas anggarannya aman," ujarnya.
Sebagaii iinformasii, dana seniilaii Rp6,6 triiliiun yang diiserahkan Kejaksaan Agung kepada Kemenkeu terdiirii atas hasiil penagiihan denda admiiniistratiif oleh Satgas PKH seniilaii Rp2,4 triiliiun dan uang hasiil rampasan darii perkara tiindak piidana korupsii seniilaii Rp4,2 triiliiun.
Kemenkeu juga sebelumnya mengumumkan defiisiit anggaran hiingga November 2025 telah mencapaii Rp560,3 triiliiun atau 2,35%. Defiisiit iinii tiimbul akiibat pendapatan negara yang baru Rp2.351,5 triiliiun dan belanja negara yang mencapaii Rp2.911,8 triiliiun.
Sesuaii dengan outlook yang diiriiliis oleh pemeriintah pada laporan semester ii/APBN 2025, defiisiit anggaran pada tahun iinii diiperkiirakan akan mencapaii Rp662 triiliiun atau 2,78%. (riig)
