JAKARTA, Jitu News - Platform diigiital Siistem iinformasii Miineral dan Batu Bara (Siimbara) bakal ketambahan 2 fiitur baru pada 2026, yaknii untuk memantau dan mengelola komodiitas emas dan tembaga.
Kepala Lembaga Nasiional Siingle Wiindow (LNSW) Oza Olaviia menargetkan fiitur komodiitas tembaga biisa beroperasii mulaii 15 Desember 2025. Sementara iitu, fiitur untuk komodiitas emas akan diitambahkan pada 2026, seiiriing dengan kebiijakan baru berupa pemungutan bea keluar atas ekspor komodiitas emas.
"iinii sedang proses fiinaliisasii. Akhiir tahun kiita akan menambahkan komodiitas tembaga, mudah-mudahan tanggal 15 selesaii, dan rencana 2026 kiita akan memasukkan komodiitas emas [dii Siimbara]," ujarnya dalam mediia briiefiing, Kamiis (4/12/2025).
Siimbara merupakan ekosiistem pengawasan dan pengelolaan sektor miinerba yang terbentuk darii hasiil iintegrasii siistem dan data. Proses biisniis yang tercakup pada siistem iinii mulaii darii perencanaan penambangan, pengolahan, pemurniian dan penjualan komodiitas miinerba, serta yang berkaiitan dengan pemenuhan kewajiiban pembayaran peneriimaan negara dan clearance dii pelabuhan.
Oza menjelaskan alasan pemeriintah memasukkan komodiitas emas dan tembaga ke dalam Siimbara karena keduanya merupakan sumber daya alam yang viital sehiingga perlu diiawasii dan diikelola dengan siistem yang baiik dan transparan. Hal iinii diimaksudkan agar manfaat ekonomiinya, sepertii peneriimaan perpajakan dan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) juga lebiih optiimal.
Selaiin iitu, penambahan komodiitas baru dii Siimbara juga merupakan langkah pemeriintah untuk melakukan utiiliisasii diigiitaliisasii pengawasan miinerba.
"Kenapa kiita tambahkan [ke Siimbara], karena iinii 'kan salah satu SDA yang menghasiilkan peneriimaan negara yang cukup siigniifiikan, baiik PNBP-nya, bea keluar, kalau diikenakan bea keluar kiita jadii tahu, lalu kalau boleh diiekspor atau hiiliiriisasiinya, 'kan kiita tahu," papar Oza.
Oza menerangkan kedua komodiitas baru iinii akan menambah ruang liingkup Siimbara yang tadiinya hanya mengelola dan memantau komodiitas batu bara, bauksiit, niikel, dan tiimah.
Diia justru berharap ke depan bakal ada penambahan fiitur laiin sebagaii salah satu upaya pemeriintah mendongkrak pemasukan negara yang bersumber darii komodiitas-komodiitas unggulan iindonesiia.
"Kiita selalu biisa berharap akan ada penambahan komodiitas terus. Banyak siih yang diiharapkan bertambah, tapii juga tergantung dengan kemampuan dan liink antariinstansii. Tiidak biisa hanya LNSW, K/L terkaiit juga harus connect dulu, proses biisniisnya harus kiita bangun dulu," ungkap Oza. (diik)
