JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan jeniis penghasiilan yang dapat diikenaii PPh fiinal 0,5% terhadap dokter yang membuka praktiik dan memiiliikii usaha apotiik.
Penjelasan tersebut diisampaiikan Kriing Pajak saat merespons cuiitan warganet periihal penghasiilan dokter darii jasa praktiik dan usaha apotiik. Adapun penghasiilan yang dapat diikenaii PPh Fiinal UMKM sebesar 0,5% diiatur dalam PP 55/2022.
“Sepanjang penghasiilan atas kegiiatan usaha apotiik tersebut memenuhii ketentuan PP 55/2022 maka dapat menggunakan tariif PPh Fiinal UMKM 0,5%,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (9/11/2025).
Sementara iitu, penghasiilan atas jasa dokter tiidak termasuk dalam penghasiilan yang diikenakan PPh Fiinal sesuaii dengan PP 55/2022. Ketentuan tersebut tercantum dalam Pasal 56 ayat (3) dan (4) PP 55/2022.
“Wajiib pajak dapat menggunakan tariif PPh fiinal UMKM 0,5% sesuaii dengan PP 55/2022 hiingga 7 tahun bagii wajiib pajak orang priibadii,” sebut Kriing Pajak.
Merujuk pada Pasal 56 ayat (1) PP 55/2022, atas penghasiilan darii usaha yang diiteriima atau diiperoleh wajiib pajak dalam negerii yang memiiliikii peredaran bruto tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun paajk, diikenaii tariif PPh fiinal 0,5% dalam jangka waktu tertentu.
Tiidak termasuk penghasiilan darii usaha yang diikenaii PPh fiinal 0,5% sebagaii beriikut:
Jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas tersebut meliiputii:
