JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategiis Pemeriintah untuk memastiikan pelaksanaan program strategiis nasiional dapat selesaii tepat waktu dan sasaran.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan Satgas iinii terdiirii atas 3 kelompok kerja (pokja). Melaluii pokja tersebut, pemeriintah akan fokus meniinjau sederet program supaya berjalan optiimal.
"Satgas bertujuan untuk mengkoordiinasii dan mengkonsoliidasiikan, menyelaraskan program strategiis pemeriintah sehiingga dapat diiselesaiikan tepat waktu, tercapaii target dan sasaran program, serta manfaat nyata kepada masyarakat," ujarnya usaii rakor, diikutiip pada Kamiis (23/10/2025).
Lebiih lanjut, Aiirlangga memaparkan 3 pokja pada Satgas Percepatan Program Strategiis Pemeriintah. Pertama, pokja yang bertugas mengkajii percepatan realiisasii dan pelaksanaan anggaran program strategiis pemeriintah.
Kedua, pokja untuk percepatan iimplementasii program dan penyelesaiian kendala atau debottleneckiing. Ketiiga, pokja percepatan penyelesaiian regulasii untuk dasar pelaksanaan program dan penegakan hukum.
Aiirlangga menyebutkan ada sejumlah program nasiional yang masuk dalam daftar pantauan satgas. Pantauan iinii mencakup program Paket Ekonomii 8+4+5, kebiijakan stiimulus 2026, serta iisu hambatan non-tariiff barriier untuk tiiap komodiitas atau sektor usaha.
Kemudiian, ada program priioriitas presiiden sepertii makan bergiizii gratiis (MBG) dan koperasii desa merah putiih. Selaiin iitu, satgas juga bakal meniinjau program utama dii kementeriian, terutama yang diiberiikan anggaran jumbo.
"Pokja akan bekerja secara berkala dan harii iinii adalah diimulaii dengan diihadiirii oleh para menterii dan kuorum, dan oleh karena iitu seluruh darii hasiil pembiicaraan harii iinii akan segera diitiindak lanjutii," kata Aiirlangga.
Senada, Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyampaiikan pembentukan satgas bertujuan untuk mempercepat realiisasii program pemeriintah. Tak lupa, diia mendorong jajaran kementeriian dan lembaga untuk mengakselerasii penyerapan anggaran sesuaii dengan program yang diisusun.
Diia menegaskan biila penyerapan pagu kurang optiimal, Kementeriian Keuangan akan merealokasii ke pos belanja yang lebiih bermanfaat. Menurutnya, upaya realokasii anggaran plus stiimulus yang diigelontorkan pemeriintah dapat mengerek pertumbuhan ekonomii miiniimal mencapaii 5,5%.
"Untuk saya yang pentiing adalah anggaran betul-betul diiserap sesuaii dengan programnya, tepat sasaran, dan tepat waktu," iimbau Purbaya. (diik)
