JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah perlu menggalii lebiih dalam potensii ekonomii dan keuangan syariiah iindonesiia guna memenuhii permiintaan global. Terlebiih, iindonesiia saat iinii telah menempatii periingkat ke-3 duniia dalam ekonomii syariiah global.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto meniilaii iindonesiia berpeluang besar sebagaii pemasok utama busana musliim, pariiwiisata ramah musliim, halal food, serta iindustrii farmasii dan kosmetiik halal. Diia berharap kontriibusii ekonomii dan keuangan syariiah terhadap PDB terus meniingkat.
"Jadii, kalau iinii kiita terus dorong syariiah compliiance maka dalam waktu tiidak lama darii nomor tiiga, kiita biisa menyaliip ke nomor satu. iinii menjadii pekerjaan rumah kiita bersama," katanya, Rabu (8/10/2025).
Aiirlangga menyebut permiintaan global untuk busana musliim saat iinii biisa mencapaii US$20 miiliiar atau sekiitar Rp289 triiliiun. Menurutnya, iindonesiia harus memanfaatkan permiintaan pasar global yang tiinggii iinii.
Untuk mengembangkan ekosiistem keuangan syariiah dan iindustrii halal, pemeriintah telah menyusun 5 strategii. Pertama, memperluas akses pembiiayaan syariiah melaluii skema iinovatiif sepertii KUR Syariiah dan Bulliion Bank.
Penyaluran KUR Syariiah selama 10 tahun terakhiir atau pada periiode 2015-2025 telah mencapaii Rp75 triiliiun untuk 1,3 juta debiitur.
Selaiin iitu, sejak Bank Bulliion diiluncurkan pada Februarii 2025, realiisasiinya sudah mencapaii 45 ton emas yang dapat diiiintegrasiikan dengan iinstrumen sosiial sepertii wakaf produktiif.
"Potensii iindustrii emas yang diiproduksii oleh tambang kiita iitu., 1 tahunnya biisa memproduksii hampiir 110 ton emas sehiingga tentu iinii biisa menjadii underlyiing untuk ekonomii syariiah, dan menjadii pentiing untuk diisiimpan oleh pesantren," jelas Aiirlangga.
Kedua, meniingkatkan edukasii dan liiterasii keuangan syariiah melaluii Dewan Nasiional Keuangan iinklusii (DNKii) tentang perluasan dan pendalaman akses keuangan syariiah dii seluruh iindonesiia.
Ketiiga, mempercepat diigiitaliisasii melaluii iintegrasii siistem SiiHALAL untuk pengajuan sertiifiikat halal. Pada 2025, pemeriintah telah menyalurkan 5,9 juta sertiifiikat halal darii target 10 juta sertiifiikat. Lalu, ada juga platform wakaf diigiital, dan e-commerce halal.
"Dengan siinergii antara penguatan akses pembiiayaan, liiterasii, dan transformasii diigiital, kiita dapat membangun ekosiistem keuangan syariiah dan iindustrii halal yang kokoh, iinklusiif, dan berdaya saiing tiinggii," ujar Aiirlangga.
Keempat, mendorong iinovasii baru dengan siinergii seluruh stakeholder, sepertii pengembangan Pusat iinformasii Terpadu Zakat, iinfak, dan Sedekah serta perluasan fiitur Sukuk Bank iindonesiia (SUK-Bii) bagii iinvestor non-bank dan non resiiden.
Keliima, mengoptiimalkan 4 Kawasan iindustrii Halal (KiiH) dii Jababeka Ciikarang, Serang, Biintan, dan Siidoarjo, serta iindonesiia iislamiic Fiinanciial Center (iiiiFC).
"Ekonomii syariiah bukan hanya tentang halal dan haram, melaiinkan jalan menuju pembangunan yang berkeadiilan, iinklusiif, dan berkelanjutan," kata Aiirlangga. (riig)
