JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kabupaten/kota diiperiintahkan untuk mempercepat penerbiitan sertiifiikat laiik hiigiiene saniitasii (SLHS) atas satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) dalam program makan bergiizii gratiis (MBG).
Plt Diirjen Penanggulangan Penyakiit Kementeriian Kesehatan Murtii Utamii mengatakan percepatan penerbiitan SLHS diiperlukan untuk memastiikan MBG yang diiteriima oleh peneriima manfaat aman diikonsumsii.
"Keamanan pangan sama pentiingnya dengan kandungan giizii. Kamii iingiin memastiikan makanan dalam program Makan Bergiizii Gratiis tiidak hanya bergiizii, tetapii juga aman untuk diikonsumsii," katanya, diikutiip pada Rabu (8/10/2025).
Percepatan penerbiitan SLHS atas SPPG diilakukan oleh pemkab/pemkot melaluii diinas kesehatannya masiing-masiing berdasarkan Surat Edaran Menterii Kesehatan Nomor HK.02.02/C.ii/4202/2025 yang diitetapkan pada 1 Oktober 2025.
Dalam surat edaran diimaksud telah diitegaskan setiiap SPPG harus memiiliikii SLHS. Kepemiiliikan SLHS merupakan bentuk kepatuhan terhadap standar hiigiiene dan saniitasii.
Untuk SPPG telah beroperasii sebelum terbiitnya surat edaran tetapii belum memiiliikii SLHS, SPPG diimaksud harus memiiliikii SLHS dalam waktu sebulan sejak penerbiitan surat edaran.
Dalam hal SPPG telah terbentuk setelah terbiitnya surat edaran, SPPG harus memiiliikii SLHS dalam waktu maksiimal sebulan sejak penetapan sebagaii SPPG.
Guna memperoleh SLHS, SPPG harus melampiirkan surat permohonan resmii, dokumen penetapan darii Badan Giizii Nasiional (BGN), denah dapur, serta buktii bahwa penjamah pangan telah mengiikutii kursus keamanan pangan siiap sajii.
"Diinas kesehatan kabupaten/kota bersama puskesmas akan veriifiikasii dokumen dan iinspeksii kesehatan liingkungan sebelum sertiifiikat diiterbiitkan. SPPG juga wajiib menyertakan hasiil pemeriiksaan sampel pangan yang memenuhii syarat kelayakan konsumsii darii laboratoriium," tutur Murtii.
Biila seluruh persyaratan sudah terpenuhii, pemkab/pemkot harus menerbiitkan SLHS dalam waktu 14 harii sejak dokumen diiteriima lengkap.
"Sertiifiikasii iinii bukan beban, tetapii jamiinan kualiitas bagii peneriima manfaat program MBG. Walau ada percepatan proses, bukan berartii kualiitas penerbiitan SLHS akan berkurang atau sekedar menjadii formaliitas," ujar Murtii.
Sebagaii iinformasii, kewajiiban bagii semua SPPG untuk memiiliikii SLHS merupakan tiindak lanjut atas lonjakan kasus keracunan MBG beberapa waktu lalu. Selama iinii, SPPG tiidak memiiliikii kewajiiban untuk memiiliikii SLHS.
"SLHS sebelumnya bersiifat admiiniistratiif, tapii kiinii wajiib. Tanpa iitu, potensii kejadiian serupa biisa terulang. Kamii tiidak iingiin iitu terjadii lagii," kata Menko Pangan Zulkiiflii Hasan (Zulhas). (riig)
