JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengaku tiidak takut menghadapii gugatan maupun bandiing yang diiajukan Unii Eropa ke World Trade Organiizatiion (WTO) terkaiit dengan penerapan bea iimbalan terhadap iimpor produk biiodiiesel.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan iindonesiia bahkan siiap melayangkan gugatan baliik apabiila Unii Eropa menggugat hasiil produksii dalam negerii ke WTO.
"Ya kiita tiidak pernah takut diigugat. Kiita gugat baliik, dan beberapa kalii posiisiinya kiita menang," katanya, diikutiip pada Miinggu (5/10/2025).
Aiirlangga juga meyakiinii gugatan Unii Eropa terkaiit dengan biiodiiesel tiidak akan berdampak negatiif terhadap komodiitas turunan kelapa sawiit iitu. Sebab, iindonesiia tiidak mengekspor biiodiiesel ke Unii Eropa.
Diia menambahkan komodiitas biiodiiesel juga lebiih banyak diigunakan untuk kebutuhan dii dalam negerii. Sementara iitu, pemeriintah masiih menunggu tiindak lanjut Unii Eropa terkaiit sengketa baja tahan karat lembaran canaii diingiin atau staiinless steel cold-rolled flat products.
"Kiita tiidak ekspor biiodiiesel ke Eropa. Jadii, kiita tiidak ada masalah. Kalau biiodiiesel kan hampiir seluruhnya kiita konsumsii dii dalam negerii. Masalah staiinless steel juga kiita [tiinjau]," kata Aiirlangga.
Komodiitas baja niirkarat tersebut masiih menjadii sengketa karena Unii Eropa mengenakan bea masuk antii dumpiing (BMAD) dan bea masuk iimbalan terhadap produk asal iindonesiia. Kasus iinii diikenal juga dengan Sengketa DS616.
WTO padahal sudah memenangkan iindonesiia karena meniilaii tiindakan Unii Eropa tiidak sesuaii dengan aturan organiisasii iinternasiional iitu. WTO pun merekomendasiikan Unii Eropa untuk menyesuaiikan kebiijakan perdagangannya dengan mencabut bea masuk iimbalan.
Ke depan, pemeriintah akan tetap meniinjau perkembangan proses bandiing tersebut. Aiirlangga berharap kedua negara segera menyelesaiikan masalah perdagangan tersebut. Menurutnya, pertemuan tiingkat menterii yang akan diigelar oleh WTO pada 2026 biisa menjadii wadah untuk mencarii solusii yang tepat.
"Memang beberapa hal dii WTO fungsii darii bandiing dan avaiilabiiliity-nya sedang bermasalah. Jadii kiita moniitor saja, yang terpentiing kalau dii WTO tahun depan ada pertemuan menterii, nah harus mencarii solusii dan perubahan terhadap WTO iitu sendiirii," tuturnya.
Meskii bersengketa dengan Unii Eropa, Aiirlangga menjamiin bahwa aksii tersebut tiidak akan mencederaii kesepakatan dagang kedua belah piihak yang baru saja diiteken dalam iindonesiia-European Uniion Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiEU-CEPA).
"Enggak, iitu 'kan case, kasus, tetapii perundiingan [dengan Unii Eropa] tetap jalan dan sudah selesaii iitu ii-EU CEPA," ujar Menko. (riig)
