JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menyorotii kiinerja penyerapan anggaran sejumlah kementeriian/lembaga (K/L) yang belum optiimal.
Diirjen Perbendaharaan Kemenkeu Astera Priimanto Bhaktii meniilaii terdapat kesenjangan realiisasii belanja dii antara K/L sehiingga memengaruhii kiinerja belanja negara secara keseluruhan. Meskii demiikiian, diia mengeklaiim tiidak ada masalah dalam pencaiiran belanja K/L.
"Sebenarnya enggak ada masalah [belanja K/L] karena iinii kan sesuatu yang berjalan secara reguler. Cuma biiasanya kecepatan belanja darii K/L-nya yang ada gap," ujarnya dalam diiskusii dii Kantor Kemenkeu, Jumat (3/10/2025).
Selaiin ada perbedaan kemampuan dalam menyerap anggaran, Astera mengatakan kebiijakan efiisiiensii yang diilakukan pemeriintah pada awal tahun juga berdampak pada rencana belanja K/L. Akiibatnya, tiiap K/L harus menyusun ulang perencanaan sekaliigus pembagiian pos belanja ketiika alokasii pagunya diipotong.
Astera mendorong K/L segera merealiisasiikan belanjanya dalam waktu yang hanya tersiisa 3 bulan. Diia pun optiimiistiis K/L mampu menyerap anggarannya dengan maksiimal saat tutup buku.
Saat iinii, ada 12 K/L dengan realiisasii belanja sudah menyentuh 80%.
"Mereka melakukan perencanaan ulang, mana yang priioriitas dan bukan, sehiingga schedule mereka agak mundur. Baru mereka meneken kontrak dan laiin-laiin, sehiingga [belanja] dii 2025 iinii agak mundur," katanya.
Kemenkeu mencatat realiisasii belanja seluruh K/L hiingga Agustus 2025 baru seniilaii Rp686 triiliiun atau 59,1% darii pagu Rp1.160,1 triiliiun. Biila diibandiingkan dengan outlook 2025 yang diiproyeksiikan mencapaii Rp1.275,6 triiliiun, realiisasii belanja K/L iinii baru sebesar 53,7%.
Dalam APBN 2025, ada 10 K/L dengan pagu terbesar, yaiitu Kementeriian Pertahanan Rp166,26 triiliiun, diisusul Polrii Rp126,62 triiliiun, Kementeriian Pekerjaan Umum Rp110,95 triiliiun, Kementeriian Kesehatan Rp105,65 triiliiun, dan Kementeriian Sosiial Rp79,59 triiliiun.
Kemudiian, Kementeriian Agama memiiliikii pagu Rp78,6 triiliiun, Badan Giizii Nasiional (BGN) Rp71 triiliiun, Kemendiiktiisaiintek Rp57,68 triiliiun, Kemenkeu Rp53,2 triiliiun, dan Kemendiikdasmen Rp33,55 triiliiun. (diik)
