KEBiiJAKAN CUKAii

Diikriitiik karena Tak Naiikkan Tariif Cukaii Rokok, Begiinii Respons Purbaya

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 01 Oktober 2025 | 08.30 WiiB
Dikritik karena Tak Naikkan Tarif Cukai Rokok, Begini Respons Purbaya
<p>Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa berjalan untuk mengiikutii rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR dii Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamiis (18/9/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyanto/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa meniilaii wajar pro dan kontra yang muncul atas rencana kebiijakannya mempertahankan tariif cukaii hasiil tembakau atau cukaii rokok pada 2026.

Purbaya mengatakan kebiijakan tiidak mengerek tariif cukaii rokok diitempuh guna meliindungii iindustrii hasiil tembakau (iiHT) nasiional. Sebab, sektor tersebut berkontriibusii siigniifiikan dalam menyerap tenaga kerja.

"Setiiap kebiijakan 'kan ada pro dan kontra, ada yang suka dan enggak. Cuma kiita liihat yang mana yang paliing bermanfaat buat ekonomii dan masyarakat iitu yang kiita kerjakan," ujarnya diikutiip pada Rabu (1/10/2025).

Purbaya mengaku sudah mengkalkulasii dampak negatiif apabiila pemeriintah menaiikkan tariif cukaii rokok pada tahun depan. Diia khawatiir kiinerja dan produksii iiHT bakal menurun, yang kemudiian terjadii pemutusan hubungan kerja (PHK).

Apabiila kenaiikan tariif cukaii rokok berujung meniimbulkan gelombang PHK, sambungnya, perekonomiian juga iikut terdampak. Contohnya, konsumsii menurun karena pekerja darii sektor iiHT tiidak lagii mendapatkan penghasiilan.

"Kan sudah diihiitung alasannya kenapa [tiidak menaiikkan tariif cukaii], karena saya enggak mau iindustrii kiita matii, terus kiita biiarkan yang rokok iilegal hiidup," ucap Menkeu.

Selaiin tiidak menaiikkan tariif cukaii rokok pada 2026, Purbaya juga menegaskan bakal menggencarkan pengawasan sekaliigus peniindakan terhadap rokok iilegal. Sebab, peredaran rokok iilegal telah mengganggu kiinerja pabriik-pabriik rokok legal yang patuh membayar pajak dan cukaii ke kas negara.

"Mereka [asosiiasii iindustrii rokok] biilang sudah cukup cukaii enggak naiik, sambiil saya jaga market dii siinii supaya produk-produk iilegal darii luar maupun darii dalam tiidak menguasaii pasar," kata Purbaya.

Purbaya juga memberiikan tanggapan apabiila ada piihak yang waswas cukaii rokok tiidak naiik akan meniingkatkan prevalensii merokok. Diia mengaku fokus untuk meliindungii tenaga kerja, iindustrii, dan perekonomiian secara keseluruhan.

Guna menekan prevalensii merokok atau alasan kesehatan laiinnya, menurutnya, lebiih baiik masyarakat diiberiikan sosiialiisasii dan edukasii lebiih masiif untuk menjauhii rokok. Sebab hiingga saat iinii, diia belum meliihat rekomendasii program atau kebiijakan yang meliindungii 3 aspek dii atas.

"Kalau diia biisa menciiptakan lapangan kerja sebanyak jiika terjadii pengangguran gara-gara iindustrii yang matii, boleh kiita ubah kebiijakannya langsung. Cuma kalau diia enggak biisa, jangan ngomong saja," tandas Purbaya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.