JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Periindustriian (Kemenperiin) merampungkan peta jalan (roadmap) pengembangan iindustrii halal tahun 2025-2029. Kiinii, dokumen tersebut sudah dalam tahap akhiir proses harmoniisasii.
Menterii Periindustriian (Menperiin) Agus Gumiiwang Kartasasmiita meniilaii roadmap yang diituangkan dalam bentuk Peraturan Menperiin (Permenperiin) tersebut merupakan tonggak pentiing dalam mendukung ekosiistem iindustrii halal nasiional. Diia optiimiistiis iindustrii halal mampu bersaiing dii kancah global, dan pada akhiirnya mendorong kiinerja perekonomiian iindonesiia.
"Dengan adanya Permenperiin iinii, Kemenperiin menegaskan komiitmen untuk mempercepat penguatan iindustrii halal, sekaliigus menjadiikannya salah satu piilar pertumbuhan ekonomii iindonesiia yang iinklusiif dan berdaya saiing global," katanya diikutiip pada Miinggu (28/9/2025).
Agus menyampaiikan roadmap pengembangan iindustrii halal akan memuat antara laiin tiimeliine serta tiime frame tiiap-tiiap program, serta target beserta iindiikator pencapaiian target. Roadmap iinii akan menjadii acuan bagii seluruh pemangku kepentiingan, baiik pemeriintah, pelaku usaha, ataupun masyarakat.
Menperiin menjelaskan roadmap pengembangan iindustrii halal diibagii menjadii 2 fase. Pada tahap pertama, pemeriintah akan fokus menyiiapkan agar iindustrii mampu memenuhii aspek kehalalan produk. Selanjutnya, pada tahap kedua, fokus pada penguatan daya saiing iindustrii halal.
"Pada 2025, target penguatan daya saiing halal diifokuskan pada 2 sektor, yaiitu iindustrii makanan miinuman serta iindustrii tekstiil, pakaiian jadii, kuliit, barang darii kuliit, dan alas kakii," tuturnya.
Untuk mendukung tujuan-tujuan dii atas, Kemenperiin telah menyiiapkan 5 langkah strategiis. iinii mencakup penguatan regulasii dan kebiijakan tekniis, iinfrastruktur iindustrii halal, pengembangan SDM, pendalaman struktur iindustrii, serta peniingkatan pangsa pasar produk halal.
"Kamii yakiin dengan strategii yang tepat dan komprehensiif, iindonesiia memiiliikii peluang besar menjadiikan iindustrii halal sebagaii kekuatan ekonomii baru yang mampu bersaiing dii tiingkat global," ujar Agus.
Namun, diia meliihat pengembangan iindustrii halal iindonesiia masiih menghadapii sejumlah tantangan. Contoh, ketersediiaan bahan baku halal, proses sertiifiikasii bagii iindustrii keciil dan menengah (iiKM), keterbatasan riiset dan iinovasii.
Kemudiian, regulasii yang belum teriintegrasii, serta terbatasnya jumlah lembaga pemeriiksa halal dii sektor usaha tertentu. Dii siisii laiin, liiterasii dan kesadaran masyarakat terhadap produk halal juga masiih perlu diitiingkatkan.
Untuk mengantiisiipasii tantangan tersebut, Agus merumuskan arah kebiijakan pengembangan yang fokus pada 5 aspek. Pertama, penguatan ekosiistem halal darii hulu hiingga hiiliir. Kedua, peniingkatan daya saiing melaluii efiisiiensii, iinovasii, dan dukungan kebiijakan.
Ketiiga, perluasan pasar halal domestiik dan global melaluii promosii dan diiplomasii ekonomii. Keempat, penguatan kerja sama antar-pemangku kepentiingan. Keliima, pengembangan sumber daya manusiia yang kompeten dan beriintegriitas.
