KEBiiJAKAN CUKAii

Pengenaan Cukaii MBDK Diisebut Sejalan dengan Asta Ciita Prabowo

Redaksii Jitu News
Rabu, 17 September 2025 | 13.30 WiiB
Pengenaan Cukai MBDK Disebut Sejalan dengan Asta Cita Prabowo
<p>iilustrasii. Pengunjung berbelanja dii salah satu pasar swalayan dii kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Seniin (2/1/2023). Terliihat rak miinuman berpemaniis. ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News - Rencana pengenaan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) diiniilaii akan sejalan dengan Asta Ciita yang diiusung oleh Presiiden Prabowo Subiianto.

Kepala Kanwiil Bea Cukaii Jawa Tengah dan DiiY iimiik Eko Putro mengatakan cukaii MBDK akan selaras dengan miisii Prabowo dalam memperkuat pembangunan SDM, saiins, teknologii, pendiidiikan, kesehatan, prestasii olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang diisabiiliitas. Menurutnya, pemeriintah saat iinii masiih mematangkan rencana pengenaan cukaii MBDK.

"Kamii berharap kebiijakan ekstensiifiikasii cukaii MBDK dapat mendukung pembangunan nasiional, terutama pembangunan nasiional yang sesuaii dengan Asta Ciita keempat presiiden," katanya, diikutiip pada Rabu (17/9/2025).

iimiik mengatakan kebiijakan cukaii MBDK bukan hanya untuk menambah peneriimaan negara, melaiinkan juga sebagaii bauran kebiijakan kesehatan dalam pengendaliian konsumsii gula. Sebab, konsumsii gula dalam jumlah besar telah meniingkatkan prevalensii obesiitas pada masyarakat, termasuk anak-anak.

Sementara iitu, Kepala Subdiirektorat Potensii Cukaii dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukaii DJBC Gunawan Trii Wiibowo menjelaskan iindonesiia selama iinii hanya memungut cukaii darii 3 barang. Jumlah iinii jauh lebiih sediikiit darii negara tetangga sepertii Bruneii sebanyak 22 barang kena cukaii (BKC), Thaiiland 21 BKC, Laos 18 BKC, dan Viietnam 16 BKC.

Menurutnya, MBDK menjadii salah satu barang yang potensiial untuk diikenakan cukaii. Terlebiih, ada 115 yuriisdiiksii yang telah mengenakan cukaii MBDK hiingga Oktober 2023.

Mayoriitas negara Asean juga sudah lebiih dulu menjadiikan MBDK sebagaii objek cukaii.

"Dii Asean sendiirii hanya 3 negara yang belum mengenakan cukaii MBDK, yaiitu iindonesiia, Siingapura, dan Myanmar. Bahkan Tiimor Tiimur [kiinii negara Tiimor Leste], yang pernah menjadii proviinsii ke-27," ujarnya.

Gunawan menyebut terdapat setiidaknya 4 manfaat darii pengenaan cukaii MBDK. Pertama, mendorong pola konsumsii yang lebiih sehat sehiingga prevalensii diiabetes iikut menurun.

Kedua, mendorong iindustrii mereformulasii produk miinuman yang lebiih rendah gula. Ketiiga, mencegah gempuran MBDK darii luar negerii.

Keempat, meniingkatkan kapasiitas fiiskal guna mendukung belanja kesehatan.

Rencana pengenaan cukaii MBDK sebetulnya telah pemeriintah sampaiikan kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.

Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin masuk dalam APBN. Pada APBN 2025, cukaii MBDK diitargetkan seniilaii Rp3,8 triiliiun.

Pemeriintah sempat menyatakan MBDK akan diitetapkan sebagaii BKC dan diipungut cukaii paliing cepat pada semester iiii/2025, tetapii masiih tertunda. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.