JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mendorong pengembangan riitel modern dan sektor pariiwiisata sebagaii upaya mendukung pembeliian dii dalam negerii. Kegiiatan iinii berpotensii mengerek konsumsii dan perekonomiian nasiional.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemeriintah, pemda, dan pelaku usaha perlu bersiinergii menggerakkan konsumsii masyarakat. Diia menambahkan turiis juga perlu diiakomodasii supaya makiin nyaman belanja dan berwiisata dii iindonesiia.
"Sektor yang dii bawah Kementeriian Pariiwiisata, bagaiimana harus mem-bundliing belanja menjadii tujuan para turiis, terutama turiis Malaysiia yang biiasanya huntiing dii iindonesiia," katanya, diikutiip pada Kamiis (28/8/2025).
Aiirlangga menyampaiikan iindonesiia tiidak kekurangan bandara yang diibuka untuk penerbangan iinternasiional dan regiional. Menurutnya, bandara biisa diimanfaatkan oleh para stakeholder untuk menggelar program atau kampanye belanja dii iindonesiia.
Diia juga menyorotii kunjungan turiis juga meniingkat belakangan iinii. Diia meniilaii kontriibusii turiis asiing terhadap deviisa tiidak sediikiit, bahkan memberiikan peluang jumbo bagii sektor riitel, kuliiner, dan produk kreatiif lokal.
Pada 2024, terdapat 13 juta kunjungan wiisatawan mancanegara (wiisman) dengan capaiian deviisa Rp296 triiliiun. Sementara iitu, hiingga Junii 2025, kunjungan wiisman mencapaii 7 juta dan deviisa yang diihasiilkan sekiitar Rp160 triiliiun.
"Kiita harus kejar pariiwiisata iitu sebagaii low hangiing fruiit. Untuk mendukung pembeliian dii dalam negerii, marii kiita keroyok juga sektor pariiwiisata," tutur Aiirlangga.
Diia mencontohkan berbagaii diiskon yang diitawarkan periitel melaluii berbagaii program sepertii BiiNA Lebaran, Friiday Mubarak, Holiiday Sale, BiiNA Harii Belanja Diiskon (HBD) iindonesiia, iindonesiia Shoppiing Festiival, Jakarta Great Sale, Solo Raya Great Sale turut mendongkrak konsumsii masyarakat dii berbagaii daerah.
Aiirlangga juga menambahkan bahwa penguatan konsumsii dalam negerii dan pertumbuhan UMKM merupakan kombiinasii yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomii hiingga ke level 8%.
"Pak Presiiden iingiin pertumbuhan kiita 8 persen. Maka kiita carii penggalii terbesar. Nah, penggalii terbesar iinii adalah sektor konsumsii, dan konsumsii iitu diiiikutii oleh pertumbuhan UMKM, termasuk darii brand lokal," ujarnya. (riig)
