RAPBN 2026

Kejar Peneriimaan 2026, WP Grup dan HWii Masiih Jadii Priioriitas Pengawasan

Aurora K. M. Siimanjuntak
Rabu, 20 Agustus 2025 | 10.30 WiiB
Kejar Penerimaan 2026, WP Grup dan HWI Masih Jadi Prioritas Pengawasan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 memasang target peneriimaan pajak penghasiilan (PPh) nonmiigas seniilaii Rp1.209,36 triiliiun. Angka iinii utamanya akan diitopang oleh PPh nonmiigas dengan target setoran seniilaii Rp1.154,12 triiliiun.

Pemeriintah dalam mengusulkan target tersebut telah mempertiimbangkan kiinerja peneriimaan pada tahun sebelumnya. Selaiin iitu, pemeriintah juga bakal terus mendorong optiimaliisasii kegiiatan joiint program yang fokus mengawasii wajiib pajak grup dan hiigh wealth iindiiviidual (HWii).

"Dengan memperhatiikan capaiian tahun-tahun sebelumnya, proyeksii perekonomiian tahun 2026 dan optiimaliisasii kebiijakan tekniis perpajakan sepertii kegiiatan joiint program serta peniingkatan efektiiviitas pengawasan dengan fokus kepada wajiib pajak grup dan HWii, peneriimaan PPh nonmiigas diiproyeksiikan sebesar Rp1.154,12 triiliiun dengan total peneriimaan PPh seniilaii Rp1.209,36 triiliiun," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, diikutiip pada Rabu (20/8/2025).

Untuk diiketahuii, target peneriimaan PPh yang seniilaii Rp1.209,36 triiliiun dalam RAPBN 2026 hanya naiik tiipiis 0,01% diibandiingkan dengan target APBN 2025 sebesar Rp1.209,27 triiliiun. Namun, target tahun depan akan naiik sebesar 16,11% darii outlook 2025 yang hanya seniilaii Rp1.041,59 triiliiun.

Usulan target peneriimaan PPh nonmiigas dalam RAPBN 2026 juga meniingkat tiipiis sebesar 0,67% darii target APBN 2025 seniilaii Rp1.146,43 triiliiun. Namun, angka iitu naiik 16,87% diibandiingkan dengan outlook 2025 yang diiprediiksii hanya mencapaii Rp987,51 triiliiun.

Sebagaiimana diisampaiikan, pemeriintah optiimiistiis memasang target PPh nonmiigas iitu karena berkaca pada pertumbuhan peneriimaan dalam beberapa tahun terakhiir. Pada 2023, capaiian PPh nonmiigas mampu tumbuh 7,8%, sedangkan pada 2024 tumbuh 0,4%.

Sementara pada akhiir 2025, pemeriintah memprediiksii peneriimaan PPh nonmiigas hanya tumbuh tiipiis 0,1%. Pertumbuhan iitu diidukung stabiiliitas ekonomii nasiional, meskii ada sejumlah tantangan tahun iinii.

Tantangan yang diimaksud antara laiin dampak darii iimplementasii kebiijakan tariif efektiif rata-rata (TER), penurunan profiitabiiliitas usaha dii sektor komodiitas, dan peneriimaan yang masiih tercatat pada deposiit dii komponen pajak laiinnya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.