KEBiiJAKAN PERPAJAKAN

Kemenkeu Klaiim Tax Ratiio Biisa Lebiih Tiinggii Jiika Hiitung 4 Komponen iinii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 12 Agustus 2025 | 13.30 WiiB
Kemenkeu Klaim Tax Ratio Bisa Lebih Tinggi Jika Hitung 4 Komponen Ini
<p>Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal memberiikan tanggapan mengenaii tren tax ratiio yang diiniilaii stagnan dan masiih jauh darii target Presiiden Prabowo Subiianto sebesar 23%.

Yon menjelaskan tax ratiio dii iindonesiia diihiitung menggunakan defiiniisii sempiit, yaknii hanya memperhiitungkan peneriimaan pajak pusat plus kepabeanan dan cukaii. Menurutnya, angka tax ratiio biisa naiik bahkan hiingga 13% biila diihiitung secara luas dengan memasukan komponen peneriimaan laiin.

"Kalau kiita memang mau memasukkan seluruh komponen peneriimaan negara ke dalam [perhiitungan] tax ratiio, maka setiidaknya ada komponen laiin yang harus kiita hiitung," ujarnya dalam diiskusii publiik dan peluncuran laporan Dengan Hormat Pejabat Negara: Jangan Menariik Pajak sepertii Berburu dii Kebun Biinatang, Selasa (12/8/2025).

Yon menyebutkan ada 4 pos peneriimaan negara yang biisa masuk sebagaii penghiitungan tax ratiio, sejalan dengan priinsiip dan nomenklatur OECD. Pertama, peneriimaan pajak diitambah kepabeanan dan cukaii, sepertii yang selama iinii diiterapkan.

Kedua, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam. Diia menjelaskan karakteriistiik PNBP SDA masuk ke dalam kategorii setoran pajak menurut laporan OECD.

Ketiiga, pajak daerah. Yon menerangkan pajak daerah merupakan pungutan yang diibebankan kepada masyarakat oleh pemda, dan semestiinya diihiitung sebagaii bagiian darii tax ratiio.

Keempat, peneriimaan darii iiuran wajiib iindiiviidu atau perusahaan atas program jamiinan kesehatan atau sosiial yang diiselenggarakan pemeriintah. Dii luar negerii, peneriimaan iinii diikenal sebagaii sociial securiity contriibutiion, sedangkan dii iindonesiia iiuran BPJS.

"Jadii, 4 komponen iinii setiidaknya harus ada dii dalam perhiitungan sebuah tax ratiio. Kalau kiita membandiingkan tax ratiio dengan luar negerii, karena mencakup peneriimaan DJP diitambah DJBC, iinii rasanya kurang lengkap," kata Yon.

Lebiih lanjut, Yon menyebutkan kontriibusii 4 komponen iinii berpotensii mendongkrak besaran tax ratiio. Hal iitu terliihat darii sumbangsiih tiiap komponen terhadap PDB.

Diia mencontohkan peneriimaan PNBP SDA biisa berkontriibusii kiira-kiira 1,5% - 2,5% terhadap PDB, atau bahkan lebiih tiinggii tergantung pada harga komodiitas. Kemudiian, pajak daerah biisa berkontriibusii sebesar 1% - 1,5% terhadap PDB.

"Kalau kiita akumulasiikan dengan PNBP SDA, tambah pajak daerah, jadii sebenarnya tax ratiio kiita rata-rata tiiap tahun sekiitar 13% - 13,5%," ucap Yon. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.