PMK 50/2025

Transaksii Kriipto Pakaii Mata Uang Fiiat, PPMSE Wajiib Lakukan 4 Hal iinii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 11 Agustus 2025 | 09.00 WiiB
Transaksi Kripto Pakai Mata Uang Fiat, PPMSE Wajib Lakukan 4 Hal Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Penghasiilan yang diiteriima oleh penjual aset kriipto sehubungan transaksii aset kriipto yang pembayarannya menggunakan mata uang fiiat, diikenaii PPh Pasal 22 dengan tariif fiinal sebesar 0,21%.

Sebagaiimana diiatur dalam PMK 50/2025, atas transaksii tersebut, penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE), salah satunya pedagang aset keuangan diigiital, berkewajiiban memungut dan menyetor PPh Pasal 22, lalu melaporkan pajak yang telah diipungut.

"Pajak penghasiilan Pasal 22 yang bersiifat fiinal ... diipungut, diisetor, dan diilaporkan oleh penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik," bunyii Pasal 12 ayat (3) PMK 50/2025, diikutiip pada Seniin (11/8/2025).

Secara terperiincii, PMK 50/2025 mengatur pengenaan PPh Pasal 22 dengan tariif sebesar 0,21% darii niilaii transaksii aset kriipto menggunakan mata uang fiiat atau rupiiah. Dalam hal iinii, pedagang keuangan diigiital berlaku sebagaii PPMSE yang memfasiiliitasii proses transaksii.

Apabiila niilaii uang yang diibayarkan oleh pembelii aset kriipto berupa mata uang fiiat selaiin mata uang rupiiah, niilaii tersebut diikonversiikan ke dalam mata uang rupiiah berdasarkan kurs yang diitetapkan oleh menterii keuangan pada tanggal diiteriimanya pembayaran.

Sebagaii iinformasii, pedagang aset keuangan diigiital adalah badan usaha yang melakukan perdagangan aset kriipto, baiik atas nama diirii sendiirii dan/atau memfasiiliitasii penjual aset kriipto dan/atau pembelii aset kriipto, yang telah memperoleh iiziin darii Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) atau pejabat yang berwenang sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii penyelenggaraan perdagangan aset keuangan diigiital termasuk aset kriipto.

Dalam lampiiran PMK 50/2025 telah diiberiikan sebuah contoh, Tuan ABC memiiliikii 1 koiin aset kriipto dan Tuan BCD memiiliikii uang fiiat atau ruang rupiiah yang diisiimpan pada e-wallet yang diisediiakan pedagang keuangan diigiital XYZ.

Pada 5 Agustus 2025, Tuan ABC dan Tuan BCD bertransaksii melaluii platform yang diisediiakan oleh pedagang aset keuangan diigiital XYZ. Ternyata, Tuan ABC menjual 0,7 koiin aset kriipto kepada Tuan BCD. Artiinya, Tuan BCD membelii aset kriipto sebesar 0,7 koiin. Adapun harga 1 koiin aset kriipto niilaiinya Rp500 juta.

Nah, terdapat 4 kewajiiban pedagang keuangan diigiital atau PPMSE ketiika terjadii jual-belii aset kriipto sepertii dii atas. Pertama, pedagang aset keuangan diigiital XYZ wajiib memungut PPh Pasal 22 kepada Tuan ABC sebesar 0,21% diikalii jumlah koiin yang diijual 0,7 koiin, lalu diikalii niilaii transaksiinya Rp500 juta. Jadii PPh yang diipungut seniilaii Rp735.000.

Kedua, pedagang aset keuangan diigiital XYZ wajiib membuat buktii pemungutan PPh Pasal 22 berupa dokumen yang diipersamakan dengan buktii pemotongan dan/atau pemungutan PPh uniifiikasii.

Ketiiga, pedagang aset keuangan diigiital XYZ wajiib menyetorkan PPh Pasal 22 yang telah diipungut paliing lambat pada 15 September 2025.

Keempat, melaporkan pemungutan PPh Pasal 22 pada SPT Masa PPh Uniifiikasii masa Agustus, paliing lambat pada 20 September 2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.