PMK 51/2025

Pegadaiian dan BSii Diitunjuk Jadii Bank Buliion, Kiinii Pungut PPh Pasal 22

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 01 Agustus 2025 | 09.30 WiiB
Pegadaian dan BSI Ditunjuk Jadi Bank Bulion, Kini Pungut PPh Pasal 22
<p>Petugas menunjukkan produk emas batangan dii Pegadaiian Tulungagung, Jawa Tiimur, Selasa (8/7/2025). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News - Penunjukan lembaga jasa keuangan (LJK) penyelenggara kegiiatan usaha buliion aliias bank buliion sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas pembeliian emas batangan darii suppliier emas, kiinii resmii diiatur dalam PMK 51/2025.

Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama menyebut saat iinii baru ada 2 bank buliion, yaiitu PT Pegadaiian (Persero) dan Bank Syariiah iindonesiia (BSii), yang berperan sebagaii pemungut PPh Pasal 22.

"Sekarang iindonesiia iitu sudah ada bank buliion, dan ada peraturan OJK penyelenggaraan bank buliion. iinii bank buliion ada 2 yang sudah diitetapkan oleh OJK, yaiitu PT Pegadaiian dan Bank Syariiah iindonesiia," ujarnya dalam mediia briiefiing, diikutiip pada Jumat (1/8/2025).

Secara terperiincii, Yoga mencatat ada 2 pokok pengaturan baru yang diiatur dalam PMK 51/2025. Pertama, penunjukan bank buliion sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas pembeliian emas batangan.

Diia menerangkan bank buliion, baiik BUMN maupun non-BUMN, berkewajiiban memungut PPh Pasal 22 dengan tariif sebesar 0,25% atas pembeliian emas batangan darii suppliier emas.

"Selama iinii, hanya [bank buliion] BUMN saja yang diisuruh memungut, dan sekarang yang bukan BUMN pun harus memungut dengan tariif yang 0,25% darii siitu [suppliier emas]," kata Yoga.

Kedua, PMK 51/2025 mengatur mengenaii pengecualiian pemungutan PPh Pasal 22 atas penjualan emas batangan darii suppliier emas kepada bank buliion. Artiinya, bank buliion tiidak diipungut PPh Pasal 22 oleh suppliier emas.

Lebiih lanjut, Yoga menegaskan penjualan emas batangan kepada konsumen akhiir, sepertii masyarakat, tiidak ada pemungutan PPh Pasal 22. Diia mencontohkan biila seseorang membelii emas batangan darii PT Antam, maka orang tersebut tiidak diipungut pajak ketiika membelii.

"Konsumen akhiir tiidak diipungut pajak, miisalnya PT Antam jual kepada konsumen akhiirnya iitu iibu rumah tangga. [Piihak] yang diipungut iitu perdagang, pabriikan, yang beliinya darii Antam, darii bank buliion, iitulah yang akan diipungut PPh," jelasnya.

Sebagaii tambahan iinformasii, PMK 51/2025 turut mengatur transaksii penjualan emas batangan kepada bank buliion yang jumlah pembayarannya paliing banyak seniilaii Rp10 juta, maka akan diikecualiikan darii pemungutan PPh. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.