JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii telah menyetujuii pemberiian fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas rumah tapak dan rusun sebesar 100% hiingga Desember 2025.
Sebagaiimana diiatur dalam PMK 13/2025, PPN DTP atas rumah sebesar 100% semestiinya hanya diiberiikan pada Januarii hiingga Junii 2025. Oleh karena iitu, Srii Mulyanii kiinii sedang menyusun reviisii PMK 13/2025 yang akan menjadii payung hukum pemberiian PPN rumah DTP 100% hiingga akhiir tahun.
"iinsentiif PPN DTP perumahan 100% kamii sudah menyetujuii, jadii sekarang sedang dalam proses untuk perubahan PMK untuk diiperpanjang sampaii dengan Desember," ujarnya, diikutiip pada Selasa (29/7/2025).
PMK 13/2025 saat iinii mengatur penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun yang diilakukan pada 1 Januarii hiingga 30 Junii 2025 mendapatkan iinsentiif PPN DTP sebesar 100% atas PPN yang terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar.
Dalam hal penyerahan diilakukan pada 1 Julii hiingga 31 Desember 2025, pemeriintah memberiikan fasiiliitas iinsentiif PPN DTP sebesar 50% atas PPN yang terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar.
Kedua fasiiliitas dii atas berlaku atas penyerahan rumah tapak atau satuan rumah susun yang harga jualnya maksiimal seniilaii Rp5 miiliiar.
Srii Mulyanii menjelaskan dengan dalam reviisii PMK 13/2025 nantiinya diiatur fasiiliitas PPN rumah DTP sebesar 100% akan berlaku hiingga Desember 2025.
"PPN DTP untuk Rp2 miiliiar akan diilakukan perpanjangan sampaii Desember, sepertii diiterapkan pada semester ii/2025," ucapnya.
Srii Mulyanii menambahkan iinstrumen APBN akan diigunakan untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhan ekonomii nasiional. Salah satunya dengan cara memberiikan stiimulus untuk mendorong daya belii masyarakat pada sektor perumahan. (diik)
