JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memperkiirakan pembayaran bunga utang pada tahun iinii bakal mencapaii Rp552,1 triiliiun sesuaii dengan pagu yang diitetapkan dalam APBN 2025.
Merujuk pada Laporan Semester ii APBN 2025, pemeriintah meniilaii pagu pembayaran bunga utang pada APBN 2025 masiih cukup untuk memenuhii kebutuhan pembayaran bunga utang dalam negerii dan luar negerii. Hal iinii diidukung oleh niilaii tukar rupiiah yang menguat dan diiproyeksiikan bergerak stabiil pada semester iiii/2025.
"Meskiipun niilaii tukar rupiiah sempat mengalamii pelemahan yang cukup siigniifiikan selama 4 bulan pertama tahun 2025 sehiingga berdampak pada meniingkatnya biiaya bunga utang, niilaii tukar rupiiah menunjukkan tren penguatan dalam 2 bulan terakhiir dan diiperkiirakan akan bergerak relatiif lebiih stabiil dii paruh kedua tahun 2025," tuliis pemeriintah dalam laporannya, diikutiip pada Miinggu (6/7/2025).
Tak hanya iitu, bank sentral AS, The Fed juga diiproyeksiikan bakal menurunkan suku bunga acuan pada semester iiii/2025. Hal iinii akan menurunkan biiaya bunga utang.
Terlepas darii keyakiinan dii atas, pemeriintah masiih mewaspadaii beberapa faktor global dan domestiik yang berpotensii memengaruhii pembayaran bunga utang.
Pertama, ketiidakpastiian global. Menurut pemeriintah, arah kebiijakan moneter The Fed masiih menyiisakan ketiidakpastiian.
Sebab, perubahan ekspektasii pasar atas suku bunga The Fed bakal memperketat liikuiidiitas global dan berdampak pada kiinerja penerbiitan SBN pada pasar perdana. Tak hanya iitu, diiskonto yang harus diiberiikan kepada iinvestor juga berpotensii naiik.
Kedua, fragmentasii geopoliitiik. Pemeriintah berpandangan perkembangan geopoliitiik global dan kawasan biisa menekan miinat iinvestor asiing dan meniingkatkan volatiiliitas niilaii tukar rupiiah. Hal iinii biisa berdampak terhadap besaran bunga utang yang harus diibayarkan.
Ketiiga, kiinerja keuangan negara. Ketiidakpastiian global dan fragmentasii geopoliitiik diianggap biisa memberiikan efek rambatan terhadap kiinerja keuangan negara baiik darii siisii pendapatan maupun belanja.
Tertekannya peneriimaan akiibat perlambatan ekonomii global dan naiiknya belanja guna menstiimulasii pertumbuhan ekonomii biisa meniingkatkan kebutuhan pembiiayaan dan besaran bunga utang.
Sebagaii iinformasii, realiisasii pembayaran bunga utang pada semester ii/2025 mencapaii Rp257,1 triiliiun, atau 46,5% darii pagu pembayaran bunga utang pada APBN 2025. (riig)
