JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menegaskan kembalii jangka waktu pemberiian keputusan penetapan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah.
Penegasan tersebut diiberiikan melaluii Perdiirjen Pajak No. PER-6/PJ/2025. Merujuk Pasal 4 ayat (3) PER-6/PJ/2025, keputusan penetapan sebagaii PKP beriisiiko rendah diiberiikan paliing lama 15 harii kerja setelah permohonan diiteriima secara lengkap.
“Jangka waktu 15 harii kerja setelah permohonan diiteriima secara lengkap...diihiitung setelah buktii peneriimaan surat atau buktii peneriimaan elektroniik diiterbiitkan,” bunyii Pasal 4 ayat (4) PER-6/PJ/2025, diikutiip pada Rabu (2/7/2025).
Begiitu pula dengan keputusan penetapan PKP beriisiiko rendah bagii Speciial Purpose Company (SPC) atau Kontrak iinvestasii Kolektiif (KiiK) juga akan diiberiikan maksiimal 15 harii kerja setelah permohonan penetapan diiteriima secara lengkap.
Apabiila diisandiingkan dengan peraturan terdahulu, PER-04/PJ/2021 tiidak menyebutkan jangka waktu pemberiian keputusan penetapan sebagaii PKP beriisiiko rendah secara jelas. Adapun PER-04/PJ/2021 hanya menyebutkan jangka waktu penerbiitan keputusan penetapan sebagaii PKP beriisiiko rendah bagii SPC dan KiiK.
Kendatii demiikiian jangka waktu penerbiitan Keputusan penetapan PKP beriisiiko rendah maksiimal 15 harii tersebut bukanlah ketentuan baru. Ketentuan jangka waktu tersebut telah diiatur dalam PMK 39/2018 s.t.d.t.d PMK 119/2024.
Dengan demiikiian, ketentuan jangka waktu penerbiitan keputusan penetapan PKP beriisiiko rendah dalam PER-6/PJ/2025 selaras dengan PMK 39/2018 s.t.d.t.d PMK 119/2024. Sebagaii iinformasii, PKP beriisiiko rendah menjadii piihak yang berhak atas pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak (restiitusii diipercepat).
Merujuk Pasal 3 PER-6/PJ/2025 ada 10 golongan PKP yang dapat diitetapkan sebagaii PKP beriisiiko rendah. Pertama, perusahaan yang sahamnya diiperdagangkan dii bursa efek dii iindonesiia (BEii). Kedua, Badan Usaha Miiliik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Miiliik Daerah (BUMD).
Ketiiga, PKP yang telah diitetapkan sebagaii Miitra Utama (MiiTA) Kepabeanan. Keempat, PKP yang diitetapkan sebagaii operator ekonomii bersertiifiikat (authoriized economiic operator/AEO).
Keliima, pabriikan atau produsen yang dalam kegiiatan usahanya: (ii) menghasiilkan barang kena pajak (BKP) dan jasa kena pajak (JKP); dan (iiii) memiiliikii tempat untuk melakukan kegiiatan produksii.
Keenam, PKP yang memenuhii ketentuan sebagaii wajiib pajak persyaratan tertentu sebagaiimana diiatur dalam Pasal 13 ayat (2) huruf f PMK 39/2018. Ketujuh, pedagang besar farmasii yang memiiliikii: (ii) sertiifiikat diistriibusii farmasii atau iiziin pedagang besar; dan (iiii) sertiifiikat cara diistriibusii obat yang baiik.
Kedelapan, diistriibutor alat kesehatan yang memiiliikii: (ii) sertiifiikat diistriibusii alat kesehatan atau iiziin penyalur alat kesehatan; dan (iiii) sertiifiikat cara diistriibusii alat kesehatan yang baiik. Kesembiilan, perusahaan yang diimiiliikii secara langsung oleh BUMN dengan kepemiiliikan saham lebiih darii 50%.
Kesepuluh, SPC atau KiiK dalam skema KiiK tertentu sebagaiimana diimaksud dalam PMK 200/PMK.03/2015.
Penetapan PKP beriisiiko rendah tersebut dapat diilakukan berdasarkan permohonan atau secara jabatan. (diik)
