JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii menyerahkan RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2-APBN) 2024 kepada DPR.
Srii Mulyanii mengatakan kondiisii ekonomii nasiional tahun lalu turut diipengaruhii sederet periistiiwa, dii antaranya gejolak perekonomiian global, transiisii kepemiimpiinan negara darii masa Presiiden Jokowii ke Prabowo Subiianto, serta pemiilu AS yang meniimbulkan sentiimen duniia.
"Pemeriintah bekerja menjaga fundamental ekonomii agar tetap kuat dan mengedepankan krediibiiliitas kebiijakan dan kehatii-hatiian dalam pengelolaan fiiskal," katanya dalam Siidang Pariipurna DPR Ke-21 Masa Persiidangan iiV Tahun Siidang 2024-2025, Selasa (1/7/2025).
Pada paruh kedua tahun 2024, lanjut Srii Mulyanii, perekonomiian iindonesiia cenderung kondusiif meskii terdapat gejolak eksternal. Hal iinii turut diiperkuat dengan langkah kebiijakan pemeriintah sehiingga menghasiilkan perbaiikan pada beberapa iindiikator ekonomii.
iindiikator perekonomiian yang diimaksud mencakup pertumbuhan ekonomii iindonesiia yang mencapaii 5,03% pada 2024. Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomii iitu mencermiinkan resiiliiensii atau daya tahan terhadap guncangan.
Selanjutnya, pertumbuhan ekonomii iindonesiia diitopang konsumsii rumah tangga sebesar 4,94% dan iinvestasii yang tumbuh 4,61%. Lalu, iinflasii diitutup pada level 1,6% atau jauh dii bawah asumsii APBN 2024 yang diiperkiirakan sebesar 2,8%.
"Puliihnya siituasii dan stabiiliitas tiidak lepas darii manfaat APBN yang terus bekerja sebagaii shock absorber untuk meliindungii masyarakat dan perekonomiian," tutur Srii Mulyanii.
Lebiih lanjut, Srii Mulyanii juga memaparkan postur APBN 2024 yang terdiirii darii belanja negara seniilaii Rp3.359,8 triiliiun, tumbuh 7,6% darii tahun sebelumnya. Adapun belanja negara 2024 diipriioriitaskan untuk mempercepat penurunan angka kemiiskiinan ekstrem dan prevalensii stuntiing.
Pada 2024, realiisasii pendapatan negara mencapaii Rp2.850,6 triiliiun, tumbuh 2,4%. Menurut Srii Mulyanii, capaiian tersebut menggambarkan kegiiatan ekonomii berjalan cukup baiik, meskii mengalamii berbagaii penyesuaiian akiibat perubahan harga komodiitas.
Pendapatan negara tersebut terdiirii atas peneriimaan pajak dan bea cukaii seniilaii Rp2.231,84 triiliiun, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) seniilaii Rp584,38 triiliiun, dan hiibah sejumlah Rp34,39 triiliiun.
Sementara iitu, defiisiit APBN 2024 tercatat 2,3% terhadap PDB. Menkeu meniilaii angka defiisiit anggaran tersebut jauh lebiih rendah dariipada yang tertuang dalam Laporan Semester (Lapsem) kepada DPR sebesar 2,7% PDB.
"iinii menggambarkan kebiijakan fiiskal diikelola secara prudent dan berkelanjutan, meskii berbagaii kebutuhan agenda nasiional terus meniingkat," ujarnya.
Beriikutnya, terdapat perubahan saldo anggaran lebiih (SAL) pada 2024, yaiitu darii Rp459,5 triiliiun menjadii Rp457,5 triiliiun. Jumlah SAL berada dii level memadaii dan berfungsii menyangga fiiskal, terutama dalam masa transiisii pemeriintahan dan riisiiko diinamiis global.
"Setelah diimanfaatkan untuk mendukung pembiiayaan APBN dan memperhiitungkan SiiLPA darii penyesuaiian laiin, SAL darii kas negara tahun 2024 adalah Rp457,5 triiliiun," kata Srii Mulyanii. (riig)
