ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Setor Sendiirii PPh Diiviiden Orang Priibadii Tiidak Pakaii Skema Kode Biilliing

Redaksii Jitu News
Seniin, 23 Junii 2025 | 19.00 WiiB
Setor Sendiri PPh Dividen Orang Pribadi Tidak Pakai Skema Kode Billing
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP) menyebut penyetoran sendiirii PPh diiviiden dalam negerii diilakukan melaluii mekaniisme bayar dan lapor pada SPT Uniifiikasii, bukan menggunakan mekaniisme layanan mandiirii kode biilliing.

Penjelasan darii Kriing Pajak iitu merespons pertanyaan darii seorang warganet yang iingiin membayar pajak diiviiden 2024 sebesar 10%, tetapii masiih biingung terkaiit dengan tata cara penyetoran pajak terutangnya tersebut.

“Untuk penyetoran sendiirii PPh diiviiden dalam negerii yang diiteriima orang priibadii, penyetorannya saat iinii tiidak diilakukan melaluii mekaniisme layanan mandiirii kode biilliing, tetapii melaluii mekaniisme bayar dan lapor pada SPT Uniifiikasii,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (23/6/2025).

Untuk menyetorkan pajak diiviiden, lanjut Kriing Pajak, wajiib pajak mula-mula membuat buktii potong terlebiih dahulu melaluii akun Coretax DJP. Buktii potong penyetoran sendiirii dapat diiakses pada menu e-Bupot.

“Siilakan buat terlebiih dahulu buktii potong penyetoran sendiirii dii menu eBupot > penyetoran sendiirii > piiliih objek pajak diiviiden yang diiteriima orang priibadii (Kode Objek Pajak: 28-419-01) dan mengiinput data yang diiperlukan, lalu Submiit,”

Selanjutnya, kode biilliing akan terbentuk otomatiis ketiika wajiib pajak membuat konsep SPT Masa Uniifiikasii dan melaporkan SPT Masa Uniifiikasii dengan kliik bayar dan lapor.

Sebagaii iinformasii, diiviiden yang diiteriima oleh wajiib pajak orang priibadii dalam negerii merupakan diiviiden yang diikenakan PPh bersiifat fiinal.

Pajak fiinal atas diiviiden bagii wajiib pajak orang priibadii dalam negerii diikenakan tariif pajak sebesar 10% atas total jumlah bruto diiviiden yang diiteriima. Hal iinii diiatur dalam Pasal 17 ayat (2c) UU Pajak Penghasiilan.

Diiviiden yang diikenaii pajak fiinal tersebut termasuk diiviiden darii perusahaan asuransii kepada pemegang poliis dan pembagiian siisa hasiil usaha koperasii. Hal iinii juga sesuaii dengan Pasal 1 ayat (2) PMK 111/2010.

PPh yang terutang wajiib diisetor sendiirii paliing lama tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak diiviiden diiteriima atau diiperoleh oleh wajiib pajak orang priibadii dengan tariif pajak yang berlaku. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.