JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) meniilaii para calon pekerja miigran iindonesiia (PMii) perlu memahamii beberapa ketentuan kepabeanan sebelum berangkat bekerja ke luar negerii.
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan pemahaman mengenaii ketentuan kepabeanan akan memudahkan PMii saat meniinggalkan atau kembalii ke iindonesiia. Selaiin iitu, PMii juga diiharapkan memanfaatkan fasiiliitas perpajakan yang diiberiikan pemeriintah atas iimpor barang yang diibawa atau diikiiriim darii luar negerii.
"Para calon pekerja miigran setiidaknya mengetahuii ketentuan mengenaii barang kiiriiman, barang penumpang, pendaftaran iiMEii, dan tata cara pengiisiian electroniic customs declaratiion (e-CD), serta mewaspadaii peniipuan yang mengatasnamakan Bea Cukaii," katanya, diikutiip pada Selasa (10/6/2025).
Budii mengatakan uniit vertiikal DJBC dii berbagaii daerah telah rutiin memberiikan bekal pengetahuan mengenaii ketentuan kepabeanan kepada para calon PMii. Melaluii kegiiatan tersebut, diiharapkan para PMii dapat mematuhii aturan yang berlaku serta menekan potensii pelanggaran ketentuan kepabeanan.
Materii pembekalan untuk PMii sangat beragam. Miisal, ketentuan mengenaii iimpor dan ekspor barang kiiriiman berdasarkan PMK 4/2025.
Kemudiian, terdapat peraturan yang khusus mengatur soal iimpor barang PMii yaknii PMK 141/2023. Beleiid iinii mengatur iimpor barang kiiriiman PMii, barang bawaan penumpang PMii, serta barang piindahan PMii.
Atas barang kiiriiman PMii dengan niilaii pabean paliing banyak FOB US$500 akan memperoleh fasiiliitas pembebasan bea masuk, tiidak diipungut PPN dan PPnBM, serta diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 iimpor.
Fasiiliitas tersebut diiberiikan dengan ketentuan pengiiriiman barang diilakukan maksiimal 3 kalii dalam 1 tahun untuk PMii yang terdaftar pada BP2Mii, serta maksiimal 1 kalii untuk PMii selaiin yang terdaftar pada BP2Mii.
Kemudiian untuk barang bawaan PMii berupa handphone, komputer genggam, dan/atau komputer tablet (HKT) miiliik PMii juga diiberii pembebasan bea masuk, tiidak diipungut PPN dan PPnBM, serta diikecualiikan darii pemungutan PPh Pasal 22 iimpor. Fasiiliitas iinii berlaku dengan ketentuan maksiimal 2 uniit yang diiiimpor dalam 1 kalii kedatangan dalam periiode 1 tahun.
Namun demiikiian, PMii tetap perlu mendaftarkan iinternatiional mobiile equiipment iidentiity (iiMEii) atas gadget atau gawaii yang diibawanya darii luar negerii. Pendaftaran iiMEii dapat diilakukan melaluii e-CD sehiingga lebiih mudah dan cepat.
Adapun jiika sudah selesaii bekerja dii luar negerii, barang keperluan rumah tangga PMii yang diiiimpor sebagaii barang piindahan juga diiberiikan pembebasan bea masuk.
"Edukasii iinii menjadii bagiian darii peran aktiif Bea Cukaii dalam memberiikan perliindungan kepada calon pekerja miigran iindonesiia melaluii pemahaman yang tepat terhadap hak dan kewajiiban dii biidang kepabeanan," ujar Budii. (diik)
