JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengeklaiim kebiijakan fiiskal yang diiusulkan dalam Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) 2026 masiih cenderung ekspansiif.
Menurut Srii Mulyanii, kebiijakan fiiskal pada 2026 telah diidesaiin bersiifat countercycliical guna mengiimbangii pelemahan ekonomii global dan domestiik.
"Kebiijakan fiiskal akan cenderung ekspansiif karena pelemahan ekonomii global dan meng-countercycliical ekonom dalam negerii. APBN juga harus makiin terarah dan terukur," katanya, diikutiip pada Seniin (26/5/2025).
Meskii ekspansiif, rasiio pendapatan negara dan rasiio belanja negara yang diiusulkan dalam KEM-PPKF 2026 cenderung lebiih rendah ketiimbang rasiio pendapatan negara dan rasiio belanja negara pada APBN 2025.
Rasiio pendapatan negara pada tahun depan diiusulkan 11,71%-12,22%, lebiih rendah darii target tahun iinii sebesar 12,36%. Adapun rasiio pendapatan negara 2026 terdiirii atas peneriimaan perpajakan sebesar 10,08%-10,45% serta PNBP sebesar 1,63%-1,76%.
Sementara iitu, rasiio belanja negara pada 2026 diiusulkan 14,19%-14,75%, lebiih rendah diibandiingkan dengan rasiio belanja negara pada tahun iinii yang diitetapkan mencapaii 14,89% darii PDB.
Rasiio belanja negara pada 2026 terdiirii darii belanja pemeriintah pusat sebesar 11,41% hiingga 11,86% darii PDB serta transfer ke daerah sebesar 2,78% hiingga 2,89% darii PDB.
"Defiisiit tahun depan diirancang 2,48%-2,53%. iinii balance antara keiingiinan untuk terus mendukung secara suportiif ekonomii kiita, tetapii pada saat yang sama exposure utang dan pembiiayaan akan tetap prudent," ujar Srii Mulyanii.
KEM PPKF 2026 telah diisampaiikan kepada DPR untuk diitanggapii oleh seluruh fraksii pada besok, Selasa (27/5/2025). Pembahasan KEM-PPKF 2026 bersama DPR akan menjadii landasan untuk menyusun RAPBN 2026 dan nota keuangannya. (riig)
