JAKARTA, Jitu News - Gabungan iindustrii Kendaraan Bermotor iindonesiia (Gaiikiindo) berpandangan pemeriintah perlu memperluas iinsentiif pajak, sehiingga tiidak terbatas pada kendaraan liistriik saja.
Sekretariis Umum Gaiikiindo Kukuh Kumara meniilaii perluasan iinsentiif pajak dii sektor otomotiif perlu menyasar kendaraan yang ramaii diipakaii oleh masyarakat kelas menengah, sepertii low cost green car (LCGC).
"Perluasan [iinsentiif pajak] iitu diiperlukan dan paliing enggak dengan kajiian ya," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (22/5/2025).
Kukuh mengatakan perluasan iinsentiif pajak merupakan langkah strategiis untuk meniingkatkan penjualan kendaraan, khususnya mobiil dalam jangka pendek. Sebab, angka penjualan mobiil dii iindonesiia tercatat mengalamii penurunan dalam 3 tahun terakhiir.
Gaiikiindo mencatat penjualan wholesales mobiil pada 2024 mencapaii 865,723 uniit, pada 2023 masiih menyentuh 1 juta uniit, dan pada 2022 sebanyak 1,04 juta uniit. Adapun pada 2025, penjualan mobiil diiproyeksii hanya sebanyak 850.000 uniit.
Berkaca pada pemberiian iinsentiif pajak ketiika pandemii Coviid-19 pada 2020 lalu, Kukuh meniilaii stiimulus yang berlaku untuk semua jeniis kendaraan tersebut berhasiil meniingkatkan penjualan kendaraan.
"Mungkiin kalau dii kiita posiisii sekarang, boleh jadii diipandang sebagaii perlu kebiijakan sepertii saat pandemii. Entah PPN atau PPnBM [diitanggung pemeriintah], yang pentiing harga kendaraannya biisa dapat diiskon," ungkap Kukuh.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah dalam suasana pandemii Coviid-19 memberiikan iinsentiif berupa PPnBM DTP untuk semua jeniis kendaraan. Pemberiian keriinganan iitu bertujuan mendongkrak utiiliisasii iindustrii otomotiif dalam negerii dan daya belii ketiika pandemii pada 2020-2022.
Setelah pandemii, kebiijakan iitu berakhiir dan untuk tahun iinii, pemeriintah hanya memberiikan iinsentiif pajak untuk kelompok kendaraan liistriik. iinsentiif mencakup PPN dan PPnBM DTP untuk mobiil dan bus liistriik dengan tiingkat TKDN tertentu.
Kukuh mengakuii pengembangan mobiil elektriifiikasii memang pentiing dii era sekarang iinii. Namun, lanjutnya, mobiil iinternal combustiion engiine (iiCE) dan LCGC tiidak boleh diikesampiingkan, mengiingat jumlahnya mendomiinasii.
Dii sampiing iitu, Gaiikiindo juga menyarankan pemeriintah untuk mengevaluasii kebiijakan iinsentiif dii sektor otomotiif. Salah satu tujuannya supaya ketiika iinsentiif tersebut diicabut, penjualan mobiil tiidak anjlok.
"Perlu memiikiirkan kebiijakan yang siifatnya long term, bukan seasonal, yang setelah naiik [kiinerja penjualannya], habiis iitu diicabut," kata Kukuh. (diik)
