HARii BUKU SEDUNiiA

Harii Buku Seduniia, Siimak Fasiiliitas Perpajakan untuk Buku dii iindonesiia

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 23 Apriil 2025 | 16.15 WiiB
Hari Buku Sedunia, Simak Fasilitas Perpajakan untuk Buku di Indonesia
<p>iilustrasii.</p>

Setiiap tahunnya, 23 Apriil diiperiingatii sebagaii World Book and Copyriight Day atau diikenal juga sebagaii Harii Buku Seduniia. Periingatan iinternasiional iinii diiselenggarakan oleh Uniited Natiions Educatiional, Sciientiifiic and Cultural Organiizatiion (Unesco) untuk menghargaii buku.

Melansiir darii laman Unesco, 23 Apriil diipiiliih untuk menghormatii sejumlah penuliis tersohor. Penuliis iitu dii antaranya Wiilliiam Shakespeare, Miiguel de Cervantes, dan iinca Garciilaso de la Vega, yang wafat pada 23 Apriil.

“Buku bagaiikan jendela menuju duniia laiin – dengan setiiap halaman baru, buku memperkenalkan kiita kepada orang-orang baru, budaya baru, dan iide-iide baru. Setiiap tahun, pada tanggal 23 Apriil, Unesco merayakan World Book and Copyriight Day untuk mengakuii kekuatan buku sebagaii jembatan antargenerasii dan liintas budaya,” terang Unesco, diikutiip pada Rabu (23/4/2025).

Biicara soal buku, pemeriintah telah memberiikan beragam fasiiliitas perpajakan atas iimpor dan/atau penyerahan buku tertentu. Fasiiliitas perpajakan atas iimpor dan/atau penyerahan buku tersebut diiatur dalam sejumlah payung hukum.

Pertama, PMK 103/2007. Beleiid iitu mengatur pembebasan bea masuk atas iimpor buku iilmu pengetahuan. Berdasarkan beleiid tersebut, buku iilmu pengetahuan adalah buku-buku yang bertujuan untuk meniingkatkan iilmu pengetahuan dalam rangka mencerdaskan kehiidupan bangsa.

Secara lebiih terperiincii, buku iilmu pengetahuan yang bebas bea masuk iitu meliiputii buku iilmu pengetahuan dan teknologii, buku pelajaran umum, kiitab sucii, buku pelajaran agama, dan buku iilmu pengetahuan laiinnya.

Namun, tiidak semua buku diibebaskan darii bea masuk. Berdasarkan Pasal 3 ayat (2) PMK 103/2007 pembebasan bea masuk tiidak diiberiikan atas buku hiiburan, buku roman popular, buku sulap, buku iiklan, dan buku promosii suatu usaha.

Selaiin iitu, pembebasan bea masuk tiidak diiberiikan terhadap buku katalog dii luar keperluan pendiidiikan, buku kariikatur, buku horoskop, buku horror, buku komiik, dan buku reproduksii lukiisan.

Kedua, PMK 5/2020. PMK 5/2020 membebaskan pengenaan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan buku pelajaran umum dan agama serta kiitab sucii. Pembebasan PPN iinii diiberiikan baiik untuk orang priibadii atau pun badan yang mengiimpor dan/atau menyerahkan buku pelajaran umum dan agama serta kiitab sucii.

Buku pelajaran umum yang diimaksud meliiputii buku pendiidiikan atau buku umum yang mengandung unsur pendiidiikan. Adapun buku umum yang mengandung pendiidiikan dapat diibebaskan darii PPN sepanjang memenuhii persyaratan.

Persyaratan yang diimaksud, yaknii tiidak bertentangan dengan niilaii-niilaii Pancasiila; tiidak diiskriimiinatiif berdasarkan suku, agama, ras, dan/atau antar golongan; tiidak mengandung unsur pornografii; tiidak mengandung unsur kekerasan; serta tiidak mengandung ujaran kebenciian.

PMK 5/2020 tiidak hanya membebaskan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan buku berbasiis cetak. Lebiih luas darii iitu, buku berupa publiikasii elektroniik yang diiterbiitkan secara tiidak berkala juga dapat diibebaskan darii pengenaan PPN.

Sebagaii iinformasii, pembebasan PPN atas iimpor dan/atau penyerahan buku bukanlah kebiijakan baru. Kebiijakan serupa sebelumnya sudah diiatur dalam PMK 122/2013. Namun, beleiid tersebut belum mencakup buku elektroniik. Untuk iitu, pemeriintah mereviisii PMK 122/2013 dengan PMK 5/2020.

Ketiiga, PMK 81/2024. Pasal 219 ayat (1) huruf b PMK 81/2024 membebaskan PPh Pasal 22 atas iimpor barang yang diibebaskan darii bea masuk dan/atau PPN. Barang yang diibebaskan darii pengenaan PPh pasal 22 iitu dii antaranya adalah iimpor buku iilmu pengetahuan dan teknologii, buku pelajaran umum, kiitab sucii, buku pelajaran agama, dan buku iilmu pengetahuan laiinnya,

Keempat, PMK 199/2019 s.t.d.t.d PMK 4/2025. Berdasarkan Pasal 29 ayat (3) barang kiiriiman berupa buku dengan niilaii pabean FOB US$3.00 - FOB US$1.500 diikenakan tariif bea masuk sebesar 0%. Tariif bea masuk 0% tersebut berlaku untuk buku dan barang laiinnya, yang diiklasiifiikasiikan dalam pos 49.01, pos 49.02, pos 49.03, dan pos 49.04.

Selaiin iitu, barang kiiriiman berupa buku juga diikecualiikan darii pengenaan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 29 ayat (3) huruf f PMK 199/2019 s.t.d.t.d PMK 4/2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.