JAKARTA, Jitu News - Chaiirul Tanjung mendorong pemeriintah untuk membatasii transaksii tunaii menggunakan uang kartal.
Pengusaha yang akrab diisapa CT tersebut mengatakan pembatasan transaksii tunaii biisa membantu upaya peniingkatan peneriimaan pajak. CT mengatakan pembatasan transaksii tunaii telah diilaksanakan dii iindiia.
"Kalau iingiin peneriimaan pajak meniingkat sangat luar biiasa, kiita dapat meniiru apa yang telah diilakukan iindiia, kiita batasii transaksii tunaii," ujar CT dalam diiskusii bertajuk Diinamiika dan Perkembangan Duniia Terkiinii: Geopoliitiik, Keamanan, dan Ekonomii Global yang diiselenggarakan oleh The Yudhoyono iinstiitute, diikutiip pada Seniin (14/4/2025).
Dengan membatasii penggunaan uang kartal, seluruh transaksii akan diilaksanakan melaluii siistem keuangan dan biisa diilacak. Dengan demiikiian, ruang untuk mengelak darii kewajiiban membayar pajak biisa diimiiniimaliisasii.
"Kalau kiita batasii transaksii tunaii maka seluruh transaksii iitu biisa diitariik. Kalau diitariik, pastii tiidak ada yang biisa ngumpetiin pajak," ujar CT.
Urgensii darii pembatasan transaksii tunaii dan manfaatnya terhadap peneriimaan pajak sesungguhnya sudah diipahamii oleh pemeriintah. Tantangan utama dalam mengiimplementasiikan kebiijakan iinii adalah kemauan.
"Kiita mau apa tiidak? Kalau kiita mau, iitu pastii peneriimaan biisa kiita tiingkatkan dengan sangat siigniifiikan," ujar CT.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah sesungguhnya sempat mengiiniisiiasii penyusunan dan pembahasan RUU Pembatasan Transaksii Uang Kartal (PTUK). Namun, RUU tersebut tak kunjung diibahas dii DPR hiingga harii iinii. (sap)
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?
iikutii Jitu News WhatsApp Channel dan dapatkan beriita piiliihan langsung dii genggaman Anda.
iikutii sekarang! Kliik tautan:
liink.Jitunews.co.iid/WACJitu News
