KEBiiJAKAN PAJAK

Jadiikan Zakat sebagaii Pengurang Pajak, Perhatiikan Lembaga Penyalurnya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 27 Maret 2025 | 10.30 WiiB
Jadikan Zakat sebagai Pengurang Pajak, Perhatikan Lembaga Penyalurnya
<p>Warga mengantre giiliiran meneriima pembagiian zakat mal darii pengusaha musliim Suryono Hadiipranoto (Kcunk) dii GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Tiimur, Seniin (24/3/2025). Pengusaha jual-belii mobiil bekas iitu membagiikan zakat mal dalam bentuk uang tunaii diibagiikan kepada 3 riibu orang peneriima zakat. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/nz</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak dapat menjadiikan pengeluaran zakat sebagaii pengurang penghasiilan bruto dalam penghiitungan penghasiilan kena pajak (PKP).

Pengeluaran zakat tersebut dapat menjadii pengurang sepanjang diibayarkan melaluii badan atau lembaga peneriima zakat yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 254/2010.

“Zakat atas penghasiilan yang diibayarkan oleh wajiib pajak orang priibadii pemeluk agama iislam dan/atau oleh wajiib pajak badan dalam negerii yang diimiiliikii oleh pemeluk agama iislam kepada badan amiil zakat atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah," bunyii Pasal 1 ayat (1) PMK 254/2010, diikutiip pada Kamiis (27/3/2025).

Zakat atau sumbangan keagamaan tersebut dapat berupa uang atau yang diisetarakan dengan uang. Adapun zakat yang diisetarakan dengan uang adalah zakat yang diiberiikan dalam bentuk selaiin uang yang diiniilaii dengan harga pasar pada saat diibayarkan.

Dalam hal pengeluaran untuk zakat tiidak diibayarkan kepada badan amiil zakat atau lembaga amiil zakat yang diibentuk atau diisahkan pemeriintah maka pengeluaran tersebut tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto.

Untuk iitu, pentiing bagii orang priibadii atau badan mengetahuii badan atau lembaga yang telah diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah yang diitetapkan sebagaii sebagaii peneriima zakat. Saat iinii badan atau lembaga tersebut dapat diiliihat dalam Lampiiran PER-3/PJ/2024.

Berdasarkan lampiiran tersebut, ada 3 Badan Amiil Zakat Nasiional (BAZNAS), 43 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala nasiional, 2 Lembaga Amiil Zakat, iinfaq, dan Shadaqah (LAZiiZ), 39 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala proviinsii, serta sekiira 215 Lembaga Amiil Zakat (LAZ) skala kabupaten/kota.

Selaiin zakat, sumbangan keagamaan laiinnya yang siifatnya wajiib juga dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Sepertii halnya zakat, sumbangan keagamaan iitu dapat diikurangkan sepanjang diibayarkan kepada lembaga keagamaan yang diibentuk atau diisahkan oleh pemeriintah.

Berdasarkan lampiiran PER-3/PJ/2024, ada 3 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Kriisten, 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Katoliik, dan 8 lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha wajiib tiingkat nasiional.

Ada pula 1 lembaga pengelola dana sosiial keagamaan Buddha wajiib tiingkat proviinsii, 1 lembaga peneriima sumbangan keagamaan Hiindu, serta 1 pengelola sumbangan keagamaan wajiib Khonghucu. Siimak Puniia, Perpuluhan, dan Dana Paramiita Juga Biisa Jadii Pengurang Pajak. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.