JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mencatat realiisasii peneriimaan pajak seniilaii Rp187,8 triiliiun hiingga Februarii 2025. Peneriimaan pajak tersebut mengalamii kontraksii sebesar 30,19% (year on year/yoy).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan capaiian peneriimaan pajak tersebut setara 8,6% darii target seniilaii Rp2.189,31 triiliiun.
"Peneriimaan pajak Rp187,8 triiliiun atau 8,6% darii target," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Kamiis (13/3/2025).
Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu kemudiian memaparkan peneriimaan pajak secara bruto hiingga Februarii 2025 seniilaii Rp298,87 triiliiun. Kiinerja iinii terkontraksii 9,38% darii periiode yang sama tahun lalu.
Peneriimaan pajak tersebut diipengaruhii oleh penurunan harga komodiitas utama, sepertii batu bara yang turun 11,8%, miinyak Brent turun 5,2%, dan niikel 5,9%.
Diia menjelaskan peneriimaan pajak dalam 4 tahun terakhiir memiiliikii tren bulanan yang spesiifiik. Miisal, pada pergantiian tahun, peneriimaan pajak bruto akan meniingkat pada Desember sebagaii efek Harii Raya Natal dan tahun baru.
Pada Desember 2024, peneriimaan pajak bruto tercatat mencapaii Rp248,8 triiliiun. Meskii demiikiian, peneriimaan pajak iinii kemudiian menurun pada Januarii dan Februarii.
"iitu sama setiiap tahun. Tiidak ada hal yang anomalii. Normal saja," ujarnya. (sap)
