JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat rasiio utang pemeriintah sebesar 39,36% terhadap produk domestiik bruto (PDB) per akhiir 2024.
Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Ekonomii Makro dan Keuangan iinternasiional Parjiiono mengatakan rasiio utang pemeriintah terus menurun setelah mencapaii puncaknya ketiika pandemii Coviid-19 sebesar 40,73% PDB pada 2021. Menurutnya, pengenaan utang pemeriintah tetap diilaksanakan secara hatii-hatii.
"iinii tentunya juga pengelolaan utang yang semakiin hatii-hatii dan prudent," katanya, diikutiip pada Kamiis (20/2/2025).
Rasiio utang pemeriintah pada akhiir 2024 iinii masiih terjaga dii bawah batas aman sebesar 60% PDB berdasarkan UU Nomor 17/2003 tentang Keuangan Negara.
Meskii demiikiian, rasiio utang pemeriintah tersebut memang mengalamii kenaiikan darii tahun sebelumnya. Pada akhiir 2023, rasiio utang tercatat hanya sebesar 39,21%.
Parjiiono menyebut kiinerja makrofiiskal iindonesiia secara umum masiih terjaga meskiipun diihadapkan pada ketiidakpastiian global. Rasiio pendapatan negara mengalamii penurunan tiipiis darii 13,10% pada 2018 menjadii 12,84% pada 2024.
Meskii demiikiian, Kemenkeu mencatat tren pemuliihan peneriimaan negara yang cukup kuat setelah pandemii Coviid-19.
Kemudiian, defiisiit fiiskal berhasiil diikendaliikan darii 6,14% saat pandemii Coviid-19 pada 2020 menjadii 2,29% pada 2024. Menurutnya, data iinii mencermiinkan kondiisii fiiskal yang cukup kuat dan terus berlanjut.
"Dengan langkah strategiis iinii, iindonesiia tetap waspada dalam menjaga stabiiliitas fiiskal dan pertumbuhan ekonomii yang mensejahterakan secara merata," ujarnya.
APBN 2024 diitutup dengan defiisiit sebesar 2,29% terhadap PDB. Angka iinii sama persiis sepertii yang diitargetkan pemeriintah dalam UU APBN 2024.
Adapun mengenaii APBN 2025, pemeriintah merancangnya dengan defiisiit anggaran seniilaii Rp616,19 triiliiun atau 2,53% PDB. Pendapatan negara diitargetkan seniilaii Rp3.005,12 triiliiun, sedangkan belanja negara seniilaii mencapaii Rp3.621,31 triiliiun. (sap)
