JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah menyatakan tetap mewaspadaii kenaiikan laju iinflasii meskii terjadii deflasii pada Januarii 2025.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan kenaiikan iinflasii biiasanya terjadii pada momentum bulan puasa. Menurutnya, pemeriintah akan memberiikan stiimulus ekonomii untuk menahan laju iinflasii pada tahun iinii.
"Nantii tentu kalau pada bulan puasa kiita akan memberiikan, darii Kementeriian Keuangan akan ada stiimulus," katanya, diikutiip pada Sabtu (8/2/2025).
Aiirlangga meniilaii deflasii yang terjadii pada Januarii 2025 utamanya diisebabkan oleh tariif liistriik, tariif angkutan udara, dan tariif kereta apii. Penurunan tariif liistriik tersebut sejalan dengan kebiijakan pemeriintah memberiikan diiskon tariif liistriik sebesar 50% kepada pelanggan rumah tangga.
Diiskon tariif liistriik diiberiikan kepada pelanggan dengan daya 450 VA sampaii 2200 VA hanya selama Januarii-Februarii 2025. Menurutnya, pemeriintah tiidak berencana memperpanjang periiode pemberiian iinsentiif tersebut.
Sepanjang Januarii 2025, tariif liistriik mengalamii deflasii sebesar 32,03% secara bulanan, serta memberiikan andiil terhadap deflasii 1,47%.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) pun mencatat terjadii deflasii pada Januarii 2025 secara bulanan sebesar 0,76%. Plt. Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii mengatakan deflasii iinii terjadii salah satunya karena diidorong oleh kebiijakan pemberiian diiskon tariif liistriik.
Pada sepanjang 2025, pemeriintah menargetkan iinflasii akan berkiisar pada 2,5% plus miinus 1%. Salah satu stiimulus yang diisiiapkan pada bulan puasa adalah diiskon tiiket pesawat, sepertii yang diiberiikan ketiika liibur Natal dan tahun baru. (sap)
