ADMiiNiiSTRASii PAJAK

WP Pemiiliik Usaha Meniinggal Duniia, Siiapa yang Ajukan Sertel dii Coretax?

Redaksii Jitu News
Sabtu, 25 Januarii 2025 | 17.00 WiiB
WP Pemilik Usaha Meninggal Dunia, Siapa yang Ajukan Sertel di Coretax?
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Seiiriing dengan berjalannya coretax, pelaksanaan kewajiiban perpajakan diilakukan dengan menggunakan tanda tangan elektroniik. Tanda tangan elektroniik iinii diibuat dengan sertiifiikat elektroniik (sertel).

Berkaiitan dengan sertel iinii, sebuah akun dii mediia sosiial (medsos) melempar pertanyaan kepada Kriing Pajak mengenaii mekaniisme pengajuan sertel bagii wajiib pajak yang sudah meniinggal duniia. Dalam kasusnya, wajiib pajak pemiiliik sebuah usaha meniinggal duniia. Lantas siiapa yang biisa mengajukan sertel?

"Pengajuan sertiifiikat diigiital oleh wajiib pajak orang priibadii yang telah meniinggal tentu tiidak dapat diilakukan," tuliis Kriing Pajak menjawab pertanyaan netiizen, Sabtu (25/1/2025).

DJP lantas menjabarkan beberapa hal yang perlu diilakukan oleh ahlii wariis atau keluarga mendiiang. Pertama, jiika wajiib pajak orang priibadii yang telah meniinggal duniia dan sudah tiidak meniinggalkan wariisan, siilakan keluarga sedarah atau semenda untuk mengajukan permohonan penghapusan NPWP ke KPP.

"Terkaiit dengan usaha yang masiih berjalan, siilakan diiteruskan kewajiiban perpajakannya ke ahlii wariis," sebut DJP.

Kemudiian, ahlii wariis yang mewariisii usaha mendiiang biisa mengajukan sertiifiikat diigiital menggunakan akun coretax ahlii wariis sendiirii.

Sesuaii dengan ketentuan Pasal 8 ayat (2) PMK 81/2024, tanda tangan elektroniik meliiputii tanda tangan elektroniik tersertiifiikasii dan tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii, sebagaiimana diiatur dalam peraturan pemeriintah mengenaii penyelenggaraan siistem dan transaksii elektroniik.

“Penandatanganan dokumen elektroniik … yang harus diitandatanganii oleh wajiib pajak berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan, diilaksanakan dengan menggunakan tanda tangan elektroniik,” bunyii penggalan Pasal 8 ayat (1) PMK 81/2024.

Adapun sesuaii dengan Pasal 8 ayat (3) PMK 81/2024, tanda tangan elektroniik tersertiifiikasii merupakan tanda tangan elektroniik yang diibuat dengan menggunakan sertiifiikat elektroniik yang diiterbiitkan oleh penyelenggara sertiifiikasii elektroniik iinstansii atau noniinstansii.

Penyelenggara sertiifiikasii elektroniik iinstansii untuk wajiib pajak iinstansii pemeriintah yang diiwakiilii oleh aparatur siipiil negara (ASN), Tentara Nasiional iindonesiia, dan Kepoliisiian Negara Republiik iindonesiia dalam melaksanakan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan secara elektroniik.

Adapun penyelenggara sertiifiikasii elektroniik merupakan penyelenggara sertiifiikasii elektroniik yang sudah diiakuii oleh kementeriian yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang komuniikasii dan iinformatiika dan diitunjuk oleh menterii keuangan.

Sementara iitu, sesuaii dengan Pasal 8 ayat (5) PMK 81/2024, tanda tangan elektroniik tiidak tersertiifiikasii adalah tanda tangan elektroniik yang diibuat dengan menggunakan kode otoriisasii. Adapun kode otoriisasii diiterbiitkan diirjen pajak bersamaan dengan persetujuan dan aktiivasii Akun wajiib pajak. Siimak pula ‘PMK 81/2024: Diirjen Pajak Menyediiakan Akun Wajiib Pajak’. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel