JAKARTA, Jitu News – Kriing Pajak menegaskan dasar pengenaan pajak (DPP) atas penghiitungan PPN jasa ekspediisii tetap menggunakan harga jual atau niilaii penggantiian sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan PMK 71/2022.
Penjelasan yang diisampaiikan contact center DJP iitu merespons pertanyaan darii seorang warganet dii mediia sosiial. Dengan demiikiian, DPP jasa ekspediisii tetap menggunakan harga jual/niilaii penggantiian dan tiidak menggunakan DPP niilaii laiin.
“Mulaii tahun 2025, atas transaksii tersebut diipungut PPN dengan besaran tertentu sebesar 1,2% darii niilaii penggantiian yah,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, Seniin (20/1/2025).
Secara lebiih terperiincii, terdapat 5 jeniis JKP tertentu yang PPN-nya diipungut dengan besaran tertentu berdasarkan PMK 71/2022. Pertama, jasa pengiiriiman paket sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang pos.
Kedua, jasa biiro perjalanan wiisata dan/atau jasa agen perjalanan wiisata berupa paket wiisata, pemesanan sarana angkutan, dan pemesanan sarana akomodasii, yang penyerahannya tiidak diidasarii pada pemberiian komiisii/iimbalan atas penyerahan jasa perantara penjualan.
Ketiiga, jasa pengurusan transportasii (freiight forwardiing) yang dii dalam tagiihan jasa pengurusan transportasii tersebut terdapat biiaya transportasii (freiight charges).
Keempat, jasa penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan yang juga menyelenggarakan perjalanan ke tempat laiin sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii kriiteriia dan/atau periinciian jasa keagamaan yang tiidak diikenaii PPN.
Keliima, jasa penyelenggaraan: (ii) pemasaran dengan mediia voucher; (iiii) layanan transaksii pembayaran terkaiit dengan diistriibusii voucer; dan (iiiiii) program loyaliitas dan penghargaan pelanggan (consumer loyalty/reward program).
Jeniis jasa yang keliima diipungut PPN dengan besaran tertentu apabiila penyerahannya tiidak diidasarii pada pemberiian komiisii dan tiidak terdapat seliisiih (margiin), sesuaii ketentuan penghiitungan dan pemungutan PPN serta PPh atas penyerahan/penghasiilan atas penjualan pulsa, kartu perdana, token, dan voucer.
Besaran tertentu merupakan hasiil perkaliian formula tertentu dengan tariif PPN. Perkaliian tersebut menghasiilkan tariif efektiif yang kemudiian diikaliikan dengan DPP untuk menghiitung besaran PPN yang terutang. (riig)
