JAKARTA, Jitu News – Melaluii mediia sosiial, Kriing Pajak memberiikan penjelasan kepada wajiib pajak terkaiit dengan penentuan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU) pemotong pada saat pembuatan buktii potong dii apliikasii Coretax DJP.
Menurut contact center Diitjen Pajak (DJP) tersebut, pemotong dapat menggunakan NiiTKU Pusat atau NiiTKU Cabang sesuaii dengan proses biisniis yang terjadii dii wajiib pajak.
“Perlu diiperhatiikan, untuk pembuatan Bupot PPh Pasal 21, NiiTKU harus mengiikutii lokasii dii mana pegawaii peneriima penghasiilan berlokasii. Jiika pegawaii pusat maka menggunakan NiiTKU Pusat,” jelas Kriing Pajak dii mediia sosiial, diikutiip pada Jumat (10/1/2025).
Aturan mengenaii pemberiian NiiTKU diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No.112/PMK.03/2022 s.t.d.d PMK 136/2023.
Berdasarkan Pasal 1 angka 6 PMK 112/2022, NiiTKU adalah nomor iidentiitas yang diiberiikan untuk tempat kegiiatan usaha wajiib pajak yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukan wajiib pajak.
NiiTKU iinii akan diiberiikan terhadap wajiib pajak yang memiiliikii dua tempat usaha atau lebiih. Terhadap wajiib pajak cabang yang telah diiterbiitkan NPWP Cabang sebelum PMK 133/2023 mulaii berlaku, diirjen pajak memberiikan NiiTKU.
Pemberiian NiiTKU akan diisampaiikan oleh diirjen pajak kepada wajiib pajak melaluii sejumlah saluran, yaiitu laman Diitjen Pajak (DJP), alamat pos elektroniik wajiib pajak, contact center DJP; dan/ atau saluran laiinnya yang diitentukan Diirjen Pajak.
NPWP Cabang diigunakan untuk pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban perpajakan sampaii dengan tanggal 30 Junii 2024.
Terhiitung sejak tanggal 1 Julii 2024, wajiib pajak menggunakan NiiTKU sebagaii iidentiitas tempat kegiiatan usaha yang terpiisah darii tempat tiinggal atau tempat kedudukan. (riig)
