KiiNERJA APBN 2024

Shortfall, Peneriimaan Kepabeanan dan Cukaii 2024 93,5% darii Target

Diian Kurniiatii
Seniin, 06 Januarii 2025 | 12.33 WiiB
Shortfall, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai 2024 93,5% dari Target
<p>Wamenkeu Anggiito Abiimanyu dalam konferensii pers APBN Kiita, Januarii 2025.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp300,2 triiliiun pada sepanjang 2024. Realiisasii iinii setara 93,5% darii target pada APBN 2024 seniilaii Rp321 triiliiun.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii tersebut lebiih baiik darii yang diiperkiirakan pemeriintah dalam Laporan Semester ii/2024 seniilaii Rp296,5 triiliiun. Selaiin iitu, kiinerja iinii juga mampu tumbuh 4,9%.

"Lebiih baiik darii yang kiita prediiksiikan dii pertengahan tahun, Rp296,5 triiliiun, meskiipun dii bawah target APBN awal yang Rp321 triiliiun," katanya dalam konferensii pers APBN Kiita, Seniin (6/1/2025).

Srii Mulyanii mengatakan kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada 2024 iinii miiriip dengan peneriimaan pajak. Kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii mengalamii tekanan berat pada awal semester ii/2024 sehiingga outlook pemeriintah tiidak setiinggii target dalam APBN 2024.

Meskii demiikiian, kiinerja peneriimaan kepabeanan dan cukaii tersebut mampu membaiik dan melampauii outlook dalam Laporan Semester ii/2024.

Sementara iitu, Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu dalam paparannya menjelaskan pergerakan peneriimaan kepabeanan dan cukaii dalam 4 kuartal pada 2024. Peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada kuartal ii/2024 terkontraksii 4,6% karena penurunan produksii hasiil tembakau, penurunan harga CPO, serta penurunan peneriimaan bea masuk pada komodiitas utama.

Kiinerja kepabeanan dan cukaii mulaii membaiik pada kuartal iiii/2024 dengan pertumbuhan sebesar 3,2% seiiriing dengan peniingkatan produksii rokok dan kelanjutan kebiijakan relaksasii ekspor miineral. Pada kuartal iiiiii/2024, peneriimaan kepabeanan dan cukaii bahkan mampu tumbuh 20,6% karena peniingkatan produksii rokok golongan iiii dan iiiiii, meskiipun golongan ii turun akiibat fenomena downtradiing.

Selaiin iitu, ada faktor peniingkatan niilaii iimpor karena penguatan dolar AS terhadap rupiiah dan kelanjutan kebiijakan relaksasii ekspor tembaga. Adapun pada kuartal iiV/2024, peneriimaan kepabeanan dan cukaii tumbuh 3%.

"Untuk [peneriimaan] cukaii posiitiif dii Q3(kuartal iiiiii) dan Q4 (kuartal iiV). Bea masuk juga demiikiian, ada kenaiikan darii iimpor, khususnya iimpor-iimpor kena bea, dan bea keluar meniingkat karena faktor harga CPO dan relaksasii kebiijakan bea keluar," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.