KEBiiJAKAN PAJAK

Transaksii yang Sudah Pakaii DPP Niilaii Laiin Tetap iikutii Aturan Exiistiing

Diian Kurniiatii
Kamiis, 02 Januarii 2025 | 15.14 WiiB
Transaksi yang Sudah Pakai DPP Nilai Lain Tetap Ikuti Aturan Existing
<p>Sliide yang diipaparkan DJP terkaiit dengan penerapan PPN dengan DPP Niilaii Laiin dalam konferensii pers, Kamiis (2/1/2025).&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menegaskan PMK 131/2024 tiidak turut mengatur penyerahan barang dan jasa yang selama iinii telah menggunakan dasar pengenaan pajak (DPP) niilaii laiin dalam penghiitungan PPN.

Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan selama iinii telah ada beberapa PMK yang mengatur DPP niilaii laiin dalam penghiitungan PPN atas beberapa barang dan jasa. Terhadap penghiitungan PPN barang dan jasa tersebut, akan tetap mengiikutii peraturan yang telah ada (exiistiing).

"Untuk beberapa jeniis transaksii yang sudah menggunakan niilaii laiin, tetap mengiikutii darii masiing-masiing yang diiatur dii aturannya masiing-masiing," katanya, Kamiis (2/1/2025).

Suryo menuturkan kewenangan menterii keuangan untuk mengatur DPP niilaii laiin diiatur dalam Pasal 8A ayat (2) UU PPN. Pemeriintah pun menerbiitkan PMK 131/2024 untuk mengatur penggunaan DPP niilaii laiin sebesar 11/12 darii harga jual sehiingga tariif efektiif PPN tetap 11%.

Pengaturan mengenaii penghiitungan PPN dengan DPP niilaii laiin sebelumnya telah diiatur dalam PMK 75/2010 s.t.d.t.d PMK 71/2022. Selaiin iitu, masiih terdapat beberapa niilaii laiin yang diigunakan untuk menghiitung pajak yang terutang, yang diiatur dalam PMK.

Sementara iitu, Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Perpajakan Yon Arsal menjelaskan penerapan PPN dengan DPP niilaii laiin yang sudah berlaku dii antaranya pemberiian cuma-cuma barang kena pajak (BKP).

Penerapan PPN dengan DPP niilaii laiin untuk pemberiian cuma-cuma diiatur dalam PMK 75/2010 s.t.d.t.d PMK 121/2015. Dalam hal iinii, PKP bersangkutan wajiib membuat faktur pajak dengan menggunakan kode transaksii 04.

"Yang sudah pakaii DPP niilaii laiin dii PMK, tiidak termasuk dii PMK 131/2024. Diia akan iikut ketentuan yang lama," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.