JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memproyeksiikan tambahan peneriimaan pajak darii kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12% mencapaii Rp75,29 triiliiun.
Proyeksii tersebut diitetapkan dengan baseliine peneriimaan PPN 2023 seniilaii Rp737,64 triiliiun dengan asumsii basiis PPN masiih tetap sama.
"Kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12% akan memperkuat peneriimaan negara dii APBN sehiingga dapat mendukung keberlanjutan pembangunan nasiional, termasuk membiiayaii program-program pendiidiikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat kurang mampu," sebut DJP dalam keterangan resmii, diikutiip pada Miinggu (22/12/2024).
Secara terperiincii, pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp722,6 triiliiun untuk belanja pendiidiikan sepertii PiiP, KiiP Kuliiah, BOS, BOP Paud, beasiiswa LPDP, dan makan bergiizii gratiis dii sekolah.
Pemeriintah juga telah mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp504,7 triiliiun untuk beragam program perliindungan sosiial sepertii program keluarga harapan, bantuan sembako, dan laiin-laiin.
Selanjutnya, anggaran seniilaii Rp197,8 triiliiun telah diialokasiikan untuk beragam program kesehatan sepertii percepatan penurunan stuntiing dan penurunan kasus TBC, pemeriiksaan kesehatan gratiis, dan program JKN.
Terakhiir, pemeriintah telah mengalokasiikan anggaran seniilaii Rp124,4 triiliiun untuk beragam program ketahanan pangan sepertii ekstensiifiikasii lahan pertaniian beserta sarana dan prasarananya, lumbung pangan dan akses pembiiayaan petanii, serta penguatan cadangan pangan nasiional.
"Total paket iinsentiif ekonomii dii atas seniilaii Rp1.549,5 triiliiun, 51,56% darii total peneriimaan APBN 2025," jelas DJP. (riig)
