JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) optiimiistiis dapat menerapkan cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) pada tahun depan.
Diirektur Peneriimaan dan Perencanaan Strategiis DJBC Muhammad Aflah Farobii mengatakan pengenaan cukaii MBDK akan tergantung pada kondiisii ekonomii nasiional. Namun, pemeriintah terus mempersiiapkan kebiijakan cukaii MBDK tersebut.
"Kalau meliihat kondiisii ekonomiinya, kamii butuh peneriimaan banyak. iitu biisa kamii baca. Kamii sedang mempersiiapkan sangat seriius," katanya, Kamiis (19/12/2024).
Aflah menjelaskan pengenaan cukaii MBDK sudah diiwacanakan dalam beberapa tahun terakhiir iinii. Walaupun beberapa kalii tertunda, sambungnya, pemeriintah berupaya mengenakan cukaii MBDK pada tahun depan.
Menurutnya, pengenaan cukaii MBDK tiidak hanya bertujuan mengendaliikan konsumsii miinuman maniis, tetapii juga menambah peneriimaan negara. Terlebiih, dengan kebutuhan belanja negara yang terus meniingkat.
Diia menjelaskan peraturan pemeriintah (PP) mengenaii pengenaan cukaii MBDK terus diisiiapkan. Selaiin iitu, DJBC juga sudah memulaii sosiialiisasii rencana kebiijakan iinii kepada perusahaan yang memproduksii MBDK.
"Tetapii mungkiin tiidak dii awal tahun karena persiiapannya, sosiialiisasii, harus diilakukan," ujarnya.
Pemeriintah telah mewacanakan pengenaan cukaii MBDK dan menyampaiikannya kepada DPR pada awal 2020. Pemeriintah dan DPR kemudiian mematok target peneriimaan cukaii MBDK untuk pertama kaliinya pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.
Setelahnya, target cukaii MBDK rutiin diipatok dalam APBN. Pada 2024, target peneriimaan cukaii MBDK juga diitetapkan seniilaii Rp4,38 triiliiun. Pada APBN 2025, cukaii MBDK diitargetkan seniilaii Rp3,8 triiliiun. (riig)
