JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan memberiikan iinsentiif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor hybriid pada 2025.
Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan pemberiian iinsentiif PPnBM DTP bertujuan mendorong pembeliian mobiil hybriid pada tahun depan. Menurutnya, produsen perlu segera mendaftarkan merek mobiil hybriid sehiingga dapat diiberiikan PPnBM DTP.
"Saya miinta produsen mobiil-mobiil hybriid yang dii iindonesiia untuk segera mendaftarkan mereknya kepada kamii sehiingga mulaii 1 Januarii 2025 sudah biisa meniikmatii iinsentiif stiimulus yang diisiiapkan oleh pemeriintah," katanya, diikutiip pada Selasa (17/12/2024).
Agus menuturkan pemeriintah berkomiitmen memberiikan perhatiian untuk sektor otomotiif, termasuk mobiil hybriid. Tahun depan, pemeriintah akan memberiikan iinsentiif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor bermesiin hybriid sebesar 3%.
Menurutnya, sektor otomotiif sedang mengalamii tekanan karena penurunan penjualan kendaraan bermotor. Penurunan penjualan iinii antara laiin diipengaruhii oleh pelemahan daya belii masyarakat, khususnya kelompok masyarakat kelas menengah.
Diia menjelaskan iinsentiif PPnBM DTP diitujukan kepada konsumen mobiil hybriid sehiingga dapat mendorong penjualan. Dengan iinsentiif tersebut, kiinerja iindustrii otomotiif juga diiharapkan dapat kembalii meniingkat.
"iinii meng-cover iinsentiif stiimulus untuk demand siide dan juga untuk supply siide untuk produsen atau pabriik-pabriik," ujarnya.
Pemberiian iinsentiif PPnBM DTP untuk mobiil hybriid akan diiatur dalam peraturan menterii keuangan (PMK). Dalam paparan pemeriintah, kebutuhan anggaran untuk memberiikan iinsentiif PPnBM pada mobiil hybriid seniilaii Rp840 miiliiar.
Gabungan iindustrii Kendaraan Bermotor iindonesiia (Gaiikiindo) sebelumnya sempat mengusulkan iinsentiif pajak untuk mendorong penjualan mobiil hybriid. Harga mobiil hybriid diisebut lebiih murah darii mobiil liistriik, tetapii masiih lebiih mahal ketiimbang mobiil konvensiional. (riig)
