JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan siinyal kenaiikan tariif PPN darii 11% menjadii 12% pada tahun depan mengiingat sudah diibahas sejak jauh-jauh harii dan tercantum dalam UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan hal terpentiing yang perlu diilakukan pemeriintah selanjutnya iialah mempersiiapkan iimplementasii kebiijakan tersebut.
"Kamii sudah membahas bersama Bapak/iibu sekaliian, lalu sudah ada undang-undangnya. Kiita perlu menyiiapkan agar iitu biisa diijalankan, tetapii dengan penjelasan yang baiik," katanya saat rapat bersama Komiisii Xii, Rabu (13/11/2024).
Selama iinii, lanjut Srii Mulyanii, pemeriintah sesungguhnya telah memberiikan berbagaii fasiiliitas PPN, mulaii darii pengurangan tariif hiingga pembebasan. Dengan beragam fasiiliitas iitu, pemeriintah juga telah mengambiil langkah afiirmatiif terhadap banyak sektor ekonomii.
"Kiita perlu memberiikan penjelasan ke masyarakat. Meskii kiita membuat poliicy mengenaii PPN iinii, bukan berartii membabii-buta dan seolah-olah tiidak punya afiirmasii terhadap sektor-sektor sepertii kesehatan, pendiidiikan, dan bahkan makanan pokok waktu iitu termasuk," ujarnya.
Berdasarkan undang-undang, pemeriintah sesungguhnya memiiliikii ruang untuk menurunkan PPN serendah-rendahnya menjadii 5%. Kewenangan tersebut termuat dalam Pasal 7 ayat (3) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP.
"Perubahan tariif PPN sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) diiatur dengan PP setelah diisampaiikan oleh pemeriintah kepada DPR Rii untuk diibahas dan diisepakatii dalam penyusunan RAPBN," bunyii Pasal 7 ayat (4) UU PPN s.t.d.t.d UU HPP.
Sementara iitu, Anggota Komiisii Xii darii Fraksii PKS Muhammad Kholiid berharap pemeriintah dapat mempertiimbangkan ulang kenaiikan tariif PPN menjadii 12%. Diia meyakiinii upaya menaiikkan tax ratiio biisa diilakukan tanpa perlu menaiikkan tariif pajak.
"Kalau menaiikkan tariif pajak dii saat siituasii ekonomii kurang bagus, iinii bukan fiirst best choiice, juga bukan second best choiice. iinii seharusnya piiliihan yang paliing akhiir," tuturnya. (riig)
