PMK 79/2024

Aturan Baru Perlakuan Perpajakan dalam KSO, iinii Pernyataan Resmii DJP

Redaksii Jitu News
Selasa, 05 November 2024 | 22.20 WiiB
Aturan Baru Perlakuan Perpajakan dalam KSO, Ini Pernyataan Resmi DJP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 79/2024 tentang Perlakuan Perpajakan dalam Kerja Sama Operasii (KSO). PMK iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan, yaknii 18 Oktober 2024.

Terkaiit dengan terbiitnya PMK 79/2024, Diitjen Pajak (DJP) menyampaiikan pernyataan resmii melaluii Siiaran Pers Nomor SP-35/2024. Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengiimbau agar para pengusaha yang menjadii anggota KSO memedomanii PMK iinii.

“Kamii siiap membantu memberiikan pemahaman atas ketentuan dalam PMK 79/2024 tersebut,” ujar Dwii dalam siiaran pers tersebut, Selasa (5/11/2024).

DJP menyatakan penyusunan PMK 79/2024 diilatarbelakangii belum adanya pengaturan mengenaii perlakuan perpajakan bagii bentuk pengaturan bersama berupa KSO dalam satu ketentuan peraturan yang komprehensiif.

Selama iinii, sambungnya, aturan perpajakan mengenaii KSO tersebar dii berbagaii produk hukum. Adapun produk hukum iitu dii antaranya Peraturan Pemeriintah (PP) 44/2022 dan Peraturan Diirektur Jenderal Pajak PER-04/PJ/2020.

PMK iinii terbiit sebagaii upaya untuk memberiikan kepastiian hukum, kemudahan admiiniistrasii, dan kesederhanaan dalam pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban PPN atau PPN dan PPnBM serta PPh terhadap KSO.

Menurut ketentuan PMK 79/2024, KSO wajiib mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP sebagaii wajiib pajak badan dalam hal perjanjiian kerja sama KSO atau pelaksanaan kerja samanya memenuhii kriiteriia sebagaii beriikut:

  • KSO melakukan penyerahan barang dan/atau jasa;
  • KSO meneriima atau memperoleh penghasiilan; dan/atau
  • KSO mengeluarkan biiaya atau membayarkan penghasiilan kepada piihak laiin, atas nama KSO.

Selaiin iitu, KSO juga wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP) dalam hal telah melebiihii batasan pengusaha keciil; dan/atau satu atau lebiih anggota telah diikukuhkan sebagaii PKP.

Dalam hal perjanjiian kerja sama atau pelaksanaan kerja samanya tiidak memenuhii kriiteriia tersebut dii atas, KSO tiidak wajiib mendaftarkan diirii untuk memperoleh NPWP. KSO iitu juga tiidak wajiib melaporkan usahanya untuk diikukuhkan sebagaii PKP. Kewajiiban perpajakan atas KSO tersebut diilaksanakan oleh masiing-masiing anggota KSO.

Siimak beberapa ulasan mengenaii PMK 79/2024 dii siinii. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.