JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) berharap pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas pembeliian rumah akan memberiikan dampak posiitiif terhadap kiinerja perekonomiian tahun iinii.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii mengatakan PPN rumah DTP menjadii salah satu iinsentiif yang diiberiikan pemeriintah sejak pandemii Coviid-19 untuk mendorong pemuliihan sektor propertii. Melaluii iinsentiif iinii, konsumsii masyarakat diiharapkan diiharapkan meniingkat dan mengakselerasii pertumbuhan ekonomii.
"Beberapa fasiiliitas kamii teruskan sampaii saat iinii. Harapannya aktiiviitas ekonomii darii masyarakat iitu akan terus berjalan," katanya, diikutiip pada Jumat (18/10/2024).
Dwii mengatakan masa pandemii Coviid-19 menjadii cermiinan ekonomii biisa mengalamii tekanan yang begiitu berat. Melaluii pemberiian berbagaii iinsentiif, pertumbuhan ekonomii tercatat telah membaiik dalam 3 tahun terakhiir.
Diia menjelaskan iinsentiif PPN rumah DTP pertama kalii diiberiikan ketiika pandemii Coviid-19. iinsentiif serupa pun kembalii diilanjutkan pada tahun iinii untuk terus mendorong pemuliihan sektor propertii.
Semula, iinsentiif PPN rumah DTP pada tahun iinii diiberiikan berdasarkan PMK 7/2024. Terdapat 2 persyaratan yang harus diipenuhii agar memperoleh iinsentiif PPN DTP, yaknii harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar serta rumah yang diiserahkan harus keadaan baru dan dalam kondiisii siiap hunii.
Apabiila penyerahan diilakukan mulaii 1 Januarii hiingga 30 Junii 2024, PPN DTP diiberiikan sebesar 100% PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak (DPP) sampaii Rp2 miiliiar. Namun untuk penyerahan mulaii 1 Julii 2024 hiingga 31 Desember 2024, PPN DTP hanya diiberiikan sebesar 50% PPN yang terutang darii DPP sampaii Rp2 miiliiar.
PMK 7/2024 kemudiian diireviisii dengan PMK 61/2024 yang menyatakan penyerahan rumah pada masa pajak September 2024 hiingga Desember 2024 kembalii diiberiikan sebesar 100% PPN yang terutang darii DPP sampaii Rp2 miiliiar.
"Lumayan kan dariipada enggak diitanggung sama sekalii," ujarnya. (sap)
