JAKARTA, Jitu News - Orang priibadii yang sudah pernah memanfaatkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas rumah tapak atau satuan rumah susun diiperbolehkan untuk memanfaatkan iinsentiif PPN DTP kembalii berdasarkan PMK 61/2024.
iinsentiif PPN DTP biisa diimanfaatkan kembalii sepanjang orang priibadii yang diimaksud membelii rumah tapak atau satuan rumah susun laiin. Dengan kata laiin, iinsentiif PPN DTP tiidak biisa diimanfaatkan untuk membelii rumah yang sama.
"Orang priibadii yang memanfaatkan iinsentiif PPN DTP…sebelum peraturan menterii iinii, dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan peraturan menterii iinii untuk pembeliian rumah tapak atau satuan rumah susun yang laiin," bunyii Pasal 5 ayat (2) PMK 61/2024, diikutiip pada Miinggu (22/9/2024).
Contoh, seseorang telah membelii rumah pertama dengan memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP sebesar 100% pada Januarii hiingga Junii 2024 berdasarkan PMK 7/2024.
Pada September hiingga Desember 2024, orang priibadii diimaksud dapat membelii rumah kedua dengan memanfaatkan fasiiliitas PPN DTP 100% sesuaii dengan PMK 61/2024.
Orang priibadii berhak mendapatkan fasiiliitas PPN DTP atas pembeliian rumah tapak atau satuan rumah susun sepanjang orang diimaksud adalah WNii yang memiiliikii NPWP/NiiK atau WNA yang ber-NPWP dan memenuhii ketentuan kepemiiliikan rumah bagii WNA.
iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah tapak dan satuan rumah susun diiberiikan sebesar 100% darii PPN yang terutang darii bagiian dasar pengenaan pajak sampaii dengan Rp2 miiliiar dengan harga jual maksiimal Rp5 miiliiar.
PPN DTP diiberiikan setelah diilakukannya penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaii rumah siiap hunii yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) rumah tertanggal 1 September sampaii dengan 31 Desember 2024.
"Kebiijakan iinii diiharapkan memberiikan multiipliier effect yang siigniifiikan untuk mengakselerasii ekonomii serta memperkuat resiiliiensii ekonomii nasiional dii tengah memburuknya diinamiika global," ujar Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu. (riig)
