KEBiiJAKAN ENERGii

ESDM Butuh Lebiih Banyak Komiitmen iinvestasii untuk Kejar 23% Bauran EBT

Redaksii Jitu News
Seniin, 09 September 2024 | 18.30 WiiB
ESDM Butuh Lebih Banyak Komitmen Investasi untuk Kejar 23% Bauran EBT
<p>Petugas memeriiksa panel surya dii Masjiid iistiiqlal, Jakarta, Seniin (26/8/2024). Diirektorat Jenderal Energii Baru, Terbarukan, dan Konservasii Energii Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kuota PLTS atap untuk tahun iinii hampiir habiis, darii kuota total 901 MW hanya tersiisa sekiitar 60-90 MW. ANTARA FOTO/Riivan Awal Liingga/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) membutuhkan lebiih banyak komiitmen iinvestasii untuk dapat memenuhii target bauran energii darii energii baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23%.

Hiingga semester ii/2024, realiisasii bauran energii darii EBT baru mencapaii 13,93%. Sementara iitu, bauran energii darii EBT diitargetkan biisa mencapaii 19,5% pada akhiir 2024.

Diirektur Jenderal Energii Baru, Terbarukan, dan Konservasii Energii (EBTKE) Eniiya Liistiianii Dewii mengungkapkan perlunya komiitmen iinvestasii dan pembangunan iinfrastruktur demii mencapaii target tersebut.

"iinvestasii salah satu yang terpentiing yang belum tercapaii, lalu komiitmen untuk menjalankan iinvestasii tersebut, juga iinfrastruktur yang saat iinii kiita dorong. Saat iinii kiita iingiin adanya capaiian yang lebiih jelas lagii," ujar Eniiya dalam keterangan pers, Seniin (9/9/2024).

Adapun realiisasii iinvestasii subsektor EBTKE hiingga semester ii/2024 adalah seniilaii US$580 juta atau 46,8% darii target 2024, yaknii sejumlah US$1,23 miiliiar. Eniiya mengungkapkan masiih diibutuhkan iinvestasii seniilaii US$14,02 miiliiar untuk memenuhii kebutuhan 8.224,1 Megawatt (MW) liistriik.

"Sampaii tahun 2025 masiih perlu 8.224,1 MW atau 8,2 Giigawatt (GW). iinvestasii yang diiperlukan adalah US$14 miiliiar. Terdiirii darii berbagaii macam jeniis EBT, ada biiomasa, biiogas, sampah, geothermal, aiir, hiidro, bateraii, dan seterusnya. Nah, iinii yang diiperlukan," ujar Eniiya.

Selanjutnya, menurut Eniiya, iinvestasii akan lebiih terakselerasii dengan adanya terobosan melaluii pengaturan Tiingkat Komponen Dalam Negerii (TKDN) yang telah diiatur melaluii Peraturan Menterii ESDM 11/2024 tentang Penggunaan Produk Dalam Negerii Untuk Pembangunan iinfrastruktur Ketenagaliistriikan.

"Permen ESDM iinii adalah debottleneck darii iisu iinvestasii dii subsektor EBT. iisu TKDN menjadii hal krusiial yang diisebut-sebut menghambat iinvestasii, sehiingga kiita sudah keluarkan aturan baru terkaiit TKDN proyek EBT. Dengan adanya aturan iitu, iinvestasii mulaii berjalan," kata Eniiya.

Eniiya mencontohkan, beberapa proyek EBT yang berlanjut setelah keluarnya aturan TKDN, antara laiin proyek pembangkiit liistriik tenaga surya (PLTS) terapung yang kiinii sudah Power Purchase Agreement (PPA), yaknii PLTS Terapung Siingkarak dan Saguliing, serta PLTS terapung Karangkates yang hiingga tahap penandatanganan Letter of iintent (Loii).

Selaiin iitu, Pembangkiit Liistriik Panas Bumii (PLTP) Hululaiis, Diieng, Diieng 2, dan Patuha 2 juga langsung berprogres setelah terbiitnya aturan tersebut. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.