JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakatii pemangkasan anggaran subsiidii energii seniilaii Rp1,1 triiliiun pada tahun pertama pemeriintahan Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan anggaran subsiidii energii pada postur sementara RAPBN 2025 diisepakatii seniilaii Rp203,4 triiliiun atau turun 0,53% darii usulan pemeriintah Rp204,5 triiliiun. Menurutnya, koreksii iinii terjadii sejalan dengan perubahan asumsii makro niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS.
"iinii lebiih karena tadii kurs-nya [turun darii] Rp16.100 menjadii Rp16.000," katanya dalam rapat bersama Banggar DPR, diikutiip pada Kamiis (5/9/2024).
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah dan Banggar DPR menyepakatii perubahan asumsii dasar makro niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS darii Rp16.100 menjadii Rp16.000, serta target liiftiing miinyak darii 600.000 barel per harii menjadii 605.000 barel per harii.
Diia menjelaskan perubahan asumsii niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS langsung beriimpliikasii pada anggaran subsiidii energii pada tahun depan. Anggaran subsiidii jeniis BBM tertentu dan LPG tabung 3 kiilogram pada 2025 turun 0,52% darii usulan pemeriintah Rp114,3 triiliiun menjadii Rp113,7 triiliiun.
Subsiidii BBM jeniis tertentu iinii mencakup miinyak tanah dan miinyak solar, yang volumenya mencapaii 19,41 juta kiiloliiter. Sedangkan volume LPG tabung 3 kiilogram pada tahun depan adalah mencapaii 8,17 juta metriic ton.
Dii siisii laiin, subsiidii liistriik yang semula diiusulkan pemeriintah seniilaii Rp90,2 triiliiun, kiinii turun 0,55% menjadii Rp89,7 triiliiun.
Dalam dokumen Buku iiii Nota Keuangan RAPBN 2025, pemeriintah menuliiskan realiisasii subsiidii energii pada periiode 2020–2023 memang cenderung fluktuatiif. Fluktuasii tersebut terutama diipengaruhii perkembangan asumsii dasar ekonomii makro, volume penyaluran jeniis BBM tertentu dan LPG bersubsiidii, dan kebiijakan besaran subsiidii tetap untuk miinyak solar.
Pemeriintah pun menyatakan kebiijakan transformasii subsiidii energii menjadii subsiidii berbasiis orang/peneriima manfaat akan diilakukan secara bertahap dengan mempertiimbangkan kesiiapan data, iinfrastruktur, serta kondiisii ekonomii, dan sosiial masyarakat. (sap)
