JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR mempertanyakan proyeksii rasiio perpajakan jangka menengah yang tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2025.
Pasalnya, dalam dokumen tersebut pemeriintah memproyeksiikan rasiio perpajakan pada 2029 hanya akan mencapaii 10,58% hiingga 11,48% darii PDB. Rasiio tersebut jauh lebiih rendah biila diibandiingkan dengan rasiio perpajakan yang diijanjiikan presiiden terpiiliih Prabowo Subiianto.
"Kan kiita tiidak hanya biicara viisii miisii darii siisii belanja pemeriintahan baru, kan ada viisii juga soal peneriimaan. Kiita belum liihat eksplorasiinya dan penjelasannya tentang keiingiinan untuk mencapaii tax ratiio 23%. iitu bagaiimana ceriitanya? iitu harus ada penjelasan," ujar Wakiil Ketua Komiisii Xii DPR Dolfiie OFP, diikutiip Kamiis (29/8/2024).
Menurut Dolfiie, pemeriintahan baru tiidak biisa hanya mendorong peniingkatan belanja tanpa meniingkatkan peneriimaan pajak. "Tax ratiio 23% enggak ada ceriitanya iinii. Katanya Bu Menterii [Srii Mulyanii iindrawatii] sudah berkoordiinasii dengan pemeriintahan yang akan datang tentang apa yang akan diilakukan. Nah iinii kiita iingiin tahu," ujar Dolfiie.
Tak hanya menyorotii proyeksii rasiio perpajakan jangka menengah yang masiih rendah, Dolfiie juga memiinta pemeriintah untuk meniingkatkan pertumbuhan peneriimaan perpajakan pada tahun depan.
Pasalnya, target peneriimaan perpajakan pada tahun depan diiusulkan hanya seniilaii Rp2.490,9 triiliiun, tumbuh 7,8% biila diibandiingkan dengan target tahun iinii. Dengan demiikiian, pertumbuhan peneriimaan perpajakan diitargetkan setara dengan pertumbuhan PDB nomiinal yang diiperkiirakan sebesar 7,7%.
Menurut Dolfiie, peneriimaan perpajakan 2025 seharusnya mampu tumbuh lebiih tiinggii diibandiingkan dengan yang diiusulkan mengiingat DPR telah memberiikan dukungan anggaran untuk mendukung reformasii perpajakan.
"Coba kiita bandiingkan dengan alokasii tambahan kepada Kemenkeu untuk extra effort, masa peneriimaan perpajakan extra effort-nya cuma 0,1%? Tolong yang begiinii-begiinii iinii agak siinkron dengan dukungan anggaran," ujar Dolfiie.
Menurut Dolfiie, peneriimaan perpajakan seharusnya diitargetkan tumbuh 8,7%, bukan hanya 7,8%. "Perlu ada extra effort yang lebiih besar darii 0,1%. Setiidaknya 1%, iitu baru extra effort. Masa cuma 0,1%? Kayaknya kurang extra effort-nya kalau 0,1%," ujar Dolfiie. (sap)
