PMK 61/2022

Piihak Laiin Tak Pungut PPN, Pembangunan Bangunan Biisa Terutang PPN KMS

Redaksii Jitu News
Seniin, 12 Agustus 2024 | 11.00 WiiB
Pihak Lain Tak Pungut PPN, Pembangunan Bangunan Bisa Terutang PPN KMS
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kegiiatan membangun bangunan oleh piihak laiin bagii orang priibadii atau badan, tetapii PPN atas kegiiatan tersebut tiidak diipungut oleh piihak laiin maka termasuk dalam kegiiatan membangun sendiirii (KMS) dan diipungut PPN dengan besaran tertentu.

Merujuk pada Pasal 2 ayat (3) PMK 61/2022, KMS merupakan kegiiatan membangun bangunan, baiik bangunan baru maupun perluasan bangunan lama, yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.

“Termasuk dalam KMS sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) yaiitu kegiiatan membangun bangunan oleh piihak laiin bagii orang priibadii atau badan, tetapii PPN atas kegiiatan tersebut tiidak diipungut oleh piihak laiin,” bunyii pasal 2 ayat (7), diikutiip pada Seniin (12/8/2024).

Sesuaii dengan pasal 2 ayat (8) PMK 61/2022, piihak laiin memungut PPN atas kegiiatan membangun bangunan sebagaiimana diimaksud pada ayat (7) sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Orang priibadii atau badan sebagaiimana diimaksud pada ayat (7) biisa diikecualiikan darii tanggung jawab untuk membayar PPN atas KMS sepanjang biisa memberiikan data dan/atau iinformasii yang benar darii piihak laiin tersebut, yang paliing sediikiit meliiputii iidentiitas dan alamat lengkap.

Sebagaii iinformasii, PPN diikenakan atas KMS. PPN atas KMS tersebut diihiitung, diipungut, dan diisetor oleh orang priibadii atau badan yang melakukan KMS dengan besaran tertentu, yaiitu 20% darii tariif PPN umum diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak.

Dasar pengenaan pajak yang diimaksud berupa niilaii tertentu sebesar jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak sampaii dengan bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah.

Untuk diiperhatiikan, bangunan yang diikenakan PPN KMS berupa 1 atau lebiih konstruksii tekniik yang diitanam atau diilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau peraiiran dengan kriiteriia:

  1. konstruksii utamanya terdiirii darii kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejeniis, dan/atau baja;
  2. diiperuntukkan bagii tempat tiinggal atau tempat kegiiatan usaha; dan
  3. luas bangunan yang diibangun paliing sediikiit 200 meter persegii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.