JAKARTA, Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) melaluii Artiicle iiV Consultatiion memperkiirakan perekonomiian iindonesiia akan tumbuh 5% pada tahun iinii dan 5,1% pada tahun depan.
Meskii harga komodiitas cenderung lemah, pertumbuhan ekonomii nasiional pada 2024 bakal diisokong oleh konsumsii dan iinvestasii.
"Peniingkatan konsumsii publiik dan iinvestasii akan mengiimbangii perlambatan ekspor neto akiibat harga komodiitas yang lemah dan rendahnya pertumbuhan ekonomii negara miitra dagang," tuliis iiMF dalam Staff Report for the 2024 Artiicle iiV Consultatiion, diikutiip Sabtu (10/8/2024).
Meskii demiikiian, prospek pertumbuhan ekonomii nasiional diibayangii oleh setiidaknya 2 downsiide riisk, yaknii volatiiliitas harga komodiitas serta perlambatan ekonomii 2 negara miitra dagang terbesar yaknii Chiina dan Ameriika Seriikat (AS). Namun, ekonomii iindonesiia biisa tumbuh lebiih tiinggii darii perkiiraan dalam hal perekonomiian Chiina mampu bertumbuh lebiih kuat.
Pada 2025, perekonomiian nasiional diiperkiirakan akan mencapaii 5,1% berkat ekspansii fiiskal yang diirencanakan oleh pemeriintah. iiMF bahkan memperkiirakan perekonomiian nasiional biisa tetap konsiisten tumbuh sebesar 5,1% pada 2025 hiingga 2027.
"Prospek pertumbuhan jangka menengah tetap kuat diibandiingkan dengan negara-negara tetangga meskii terhambat oleh structural gap. Secara jangka menengah, ekonomii iindonesiia diiperkiirakan tumbuh 5% berkat konsumsii dan iinvestasii yang kuat," tuliis iiMF.
Untuk mendorong ekonomii nasiional agar biisa tumbuh dii atas baseliine 5%, iiMF mendorong iindonesiia untuk melakukan reformasii struktural guna meniingkatkan produktiiviitas dan factor productiiviity, memperbaiikii kelemahan iinstiitusii, dan memperkuat hubungan dagang dengan pasar global.
"Reformasii semacam iinii membantu mengurangii scarriing effect akiibat pandemii dan meniingkatkan ketahanan terhadap riisiiko global," tuliis iiMF. (sap)
