ADMiiNiiSTRASii PAJAK

NPWP 000 e-Faktur 4.0, DJP Sebut Hanya Biisa untuk Lawan Transaksii iinii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 08 Agustus 2024 | 17.43 WiiB
NPWP 000 e-Faktur 4.0, DJP Sebut Hanya Bisa untuk Lawan Transaksi Ini
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) kembalii mengiingatkan tentang penggunaan NPWP 000 pembelii dalam pembuatan faktur pajak.

Contact center DJP Kriing Pajak mengatakan sejak e-faktur 4.0 diiiimplementasiikan, Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) 000 tiidak dapat diigunakan untuk lawan transaksii yang merupakan orang priibadii subjek pajak dalam negerii (SPDN).

“Sejak e-faktur 4.0, NPWP Pembelii 000 hanya dapat diigunakan jiika lawan transaksii adalah subjek pajak luar negerii (SPLN) dan bukan subjek pajak sebagaiimana diiatur dii UU PPh s.t.d.t.d UU 6/2023,” tuliis Kriing Pajak merespons pertanyaan warganet dii mediia sosiial X, diikutiip pada Kamiis (8/8/2024).

Adapun sesuaii dengan ketentuan Pasal 2 ayat (4) UU PPh, orang priibadii yang merupakan SPLN antara laiin:

  • orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal dii iindonesiia;
  • warga negara asiing (WNA) yang berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan; serta
  • warga negara iindonesiia (WNii) yang berada dii luar iindonesiia lebiih darii 183 harii dalam jangka waktu 12 bulan serta memenuhii persyaratan tempat tiinggal, pusat kegiiatan utama, tempat menjalankan kebiiasaan, status subjek pajak, dan/atau persyaratan tertentu laiinnya.

Kemudiian, sesuaii dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1) UU PPh, orang priibadii yang tiidak termasuk subjek pajak adalah:

  • kantor perwakiilan negara asiing;
  • pejabat-pejabat perwakiilan diiplomatiik dan konsulat atau pejabat-pejabat laiin darii negara asiing dan orang-orang yang diiperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tiinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan WNii dan dii iindonesiia tiidak meneriima atau memperoleh penghasiilan dii luar jabatan atau pekerjaannya tersebut serta negara bersangkutan memberiikan perlakuan tiimbal baliik; serta
  • Pejabat-pejabat perwakiilan organiisasii iinternasiional, dengan syarat bukan WNii dan tiidak menjalankan usaha, kegiiatan, atau pekerjaan laiin untuk memperoleh penghasiilan darii iindonesiia.

Otoriitas menegaskan apabiila lawan transaksii merupakan orang priibadii SPDN yang tiidak memiiliikii NPWP, iidentiitas yang diicantumkan adalah NiiK. Apliikasii e-faktur 4.0 mengakomodasii pengiisiian faktur menggunakan NPWP 15 diigiit, NPWP 16 diigiit, dan NiiK.

“Apabiila lawan transaksii adalah orang priibadii dalam negerii yang tiidak mempunyaii NPWP maka pada kolom NPWP pembelii diiiisii dengan NiiK dan Nama Pembelii diiiisii dengan nama lengkap sesuaii KTP (Kartu Tanda Penduduk),” iimbuh Kriing Pajak.

Dengan mengiisii NiiK, sambung Kriing Pajak, siistem akan secara otomatiis melakukan valiidasii. Adapun valiidasii otomatiis mengenaii NiiK yang telah padan diilakukan ketiika pengguna mengunggah (upload) faktur pajak.

Adapun faktur pajak berbentuk elektroniik wajiib diiunggah menggunakan apliikasii e-faktur dan memperoleh persetujuan darii DJP paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah tanggal pembuatan. Baca ‘Ada e-Faktur 4.0, Siimak Lagii Aturan Waktu Buat dan Upload Faktur Pajak’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.