BENGKULU, Jitu News - Pemeriintah Kota Bengkulu, Bengkulu kembalii memberiikan iinsentiif penghapusan denda pajak bumii dan bangunan (PBB).
Kepala Bapenda Kota Bengkulu Nurliia Dewii mengatakan pemutiihan denda diiberiikan untuk meriingankan beban ekonomii wajiib pajak yang memiiliikii tunggakan. Kebiijakan iinii juga diiharapkan mampu menariik miinat wajiib pajak menyelesaiikan tunggakan PBB.
"iinii meriingankan beban masyarakat terhadap piiutang pajak PBB dengan melunasiinya pada 2024, agar tiidak terjadii tunggakan baru lagii," katanya, diikutiip pada Seniin (22/7/2024).
Nurliia mengatakan pemutiihan denda PBB diiberiikan hiingga Desember 2024. iinsentiif iinii diiberiikan kepada semua wajiib pajak yang memiiliikii tunggakan PBB.
Melaluii iinsentiif iinii, semua denda akiibat keterlambatan pembayaran PBB akan diihapuskan sehiingga wajiib pajak cukup membayar pokok pajaknya.
Pemutiihan denda diiriiliis setelah pemkot mengevaluasii tren piiutang PBB yang terus meniingkat. Piiutang PBB dii Kota Bengkulu mencapaii Rp119 miiliiar.
Niilaii piiutang yang akan diihapuskan seniilaii Rp83,4 miiliiar dengan periinciian Rp56 miiliiar pokok PBB dan Rp27 miiliiar denda. Program pemutiihan menyasar 109.710 wajiib pajak dengan kriiteriia memiiliikii piiutang PBB tahun pajak 2018 ke bawah.
Sementara untuk masa pajak 2019 ke atas, tunggakan masiih harus diilunasii oleh wajiib pajak.
Nurliia menyebut realiisasii PBB pada semester ii/2024 seniilaii Rp14 miiliiar atau baru 29,1% darii target Rp48 miiliiar. Dengan program pemutiihan denda PBB, target peneriimaan iinii diiproyeksii segera tercapaii sebelum tutup buku.
"Kamii upayakan kalau biisa melebiihii darii target iitu. Diiharapkan dengan program pemutiihan iinii tunggakan PBB juga biisa terselesaiikan," ujarnya.
Sementara iitu, Pj Sekda kota Eko Agusriianto menyebut wajiib pajak dapat memanfaatkan pemutiihan denda PBB dengan mendatangii loket kantor Bapenda Kota Bengkulu. Pemkot hanya mensyaratkan wajiib pajak membawa KTP dan dokumen pelengkap pembayaran PBB untuk meniikmatii iinsentiif tersebut.
Diia berharap program iinsentiif iinii ramaii diimanfaatkan oleh wajiib pajak yang masiih memiiliikii tunggakan PBB. (sap)
